Cara Memilih Font yang Cocok di Canva

Cara Memilih Font yang Cocok di Canva

Cara Memilih Font yang Cocok di Canva

Gubuku- Bosan dengan Font Canva yang Itu-Itu Saja? Ini Rahasia Cara Pilih Font yang Bikin Desainmu Langsung “Aesthetic”!

Pernah nggak sih, lagi scroll reels atau TikTok, terus kepikiran, “Kok desain mereka bisa sekeren itu, ya? Padahal kelihatannya simpel.”

Padahal, rahasianya sering kali bukan di skill desain yang dewa, tapi gara-gara salah pilih font!

Memilih font di Canva itu gampang-gampang susah. Kalau asal comot, alih-alih kelihatan aesthetic, desain poster tugas, feeds Instagram, atau presentasi kelompokmu malah kelihatan kayak brosur les komputer tahun 2000-an. Biar nggak salah jalur, yuk intip cara gampang milih font di Canva yang dijamin bikin hasil editanmu langsung naik kelas!

1. Kenali “Vibes” Desainmu Dulu

Sebelum pusing milih bentuk font, tanyakan dulu ke diri sendiri: Konten ini mau dibawa ke mana suasananya?

  • Mau yang serius/formal? (Buat tugas kuliah atau proposal): Pilih font yang bersih dan tegas kayak Montserrat atau Open Sans.

  • Mau yang playful/santai? (Buat konten lucu, meme, atau story promosi thrift shop): Font dengan gaya agak tebal atau bubble kayak League Spartan atau Fredoka bakal masuk banget.

  • Mau yang elegan/classy? (Buat quotes galau atau undangan): Font sambung (script) atau serif tipis kayak Playfair Display bakal kasih kesan mahal.

2. Jangan Lebay: Maksimal 2 Font Saja!

Satu dosa besar pemula di Canva adalah pakai 5 jenis font berbeda dalam satu desain. Plis, jangan dilakuin ya, guys! Desainmu bakal kelihatan kayak surat kaleng saking ramainya.

Cukup gunakan maksimal 2 font untuk satu desain:

  • Font Pertama: Buat judul (headline) yang ukurannya besar dan mencolok.

  • Font Kedua: Buat isi teks (body text) yang karakternya simpel, bersih, dan gampang dibaca supaya mata nggak sakit.

Baca Juga  Cara Membuat Brosur Toko Elektronik di Canva

3. Manfaatkan Fitur “Font Pairing” (Nggak Perlu Pusing Mikir!)

Buat kamu yang males mikir pasangan font mana yang cocok, Canva sebenarnya udah nyediain jalan pintas.

  • Coba klik teks, lalu buka menu pencarian font.

  • Di bagian bawah, Canva sering ngasih rekomendasi kombinasi font yang serasi (font pairing).

  • Atau, cara paling gampang: Gunakan template teks yang sudah ada di Canva. Mereka udah dirancang oleh desainer profesional, jadi kamu tinggal ganti tulisannya doang!

4. Perhatikan “Readability” (Keterbacaan Nomor Satu!)

Betul kalau font estetik itu penting. Tapi, kalau tulisannya sampai bikin orang lain juling karena nggak bisa dibaca, apa gunanya?

  • Hindari font script yang terlalu keriting kalau dipakai untuk teks panjang. Font sambung yang ribet cuma cocok untuk satu atau dua kata saja (misalnya untuk kata “Aesthetic” atau “Love”).

  • Perhatikan kontras warna. Jangan pakai font warna gelap kalau background-nya hitam. Pastikan tulisannya “njedul” dan gampang dibaca dalam sekali lihat.

5. Kombinasi 3 Gaya Font Andalan Gen Z

Biar nggak bingung mau cari yang mana, catat beberapa rekomendasi font di Canva yang sekarang lagi on point dan sering dipakai kreator konten:

  • Gaya Modern & Clean: Montserrat + Inter (Cocok buat infografis atau portofolio).

  • Gaya Bold & Gen Z Vibe: League Spartan + Lato (Cocok buat poster orisinal, TikTok carousel, atau banner).

  • Gaya Vintage & Warm: Playfair Display + Cinzel (Cocok buat feeds IG bertema earth tone atau journaling).

Yuk, Mulai Eksperimen!

Intinya, milih font di Canva itu mirip kayak mix and match outfit: kalau atasannya udah ramai, bawahannya harus yang polosan.

penulis : pebrian – SMKN 6 BUNGO