5 Jenis Font yang Sebaiknya Gak Kamu Pakai Buat Desain Logo

5 Jenis Font yang Sebaiknya Gak Kamu Pakai  Buat Desain Logo

5 Jenis Font yang Sebaiknya Gak Kamu Pakai Buat Desain Logo

Gubuku – Bikin logo itu ibarat bikin profile picture buat sebuah brand. Sekali tampilannya aneh atau cringe, orang bakal langsung ill-feel dan males buat ngelihatin lagi.

Salah satu elemen paling krusial pas bikin logo adalah pilihan font alias typography. Sayangnya, masih banyak desainer pemula atau pemilik brand baru yang terjebak pakai font-font “pasaran” cuma gara-gara font itu sering kelihatan di laptop. Padahal, di mata desainer profesional dan konsumen zaman sekarang, font-font tersebut udah terkesan pasaran, jadul, bahkan kurang profesional!

Biar karya lo gak diketawain atau dibilang “desain seadanya”, ini dia 5 jenis font populer yang sebaiknya gak kamu pakai lagi buat desain logo!

1. Comic Sans (Dosa Terbesar Dunia Desain!)

Kita mulai dari raja-nya font bermasalah: Comic Sans.

Awalnya font ini dibuat tahun 90-an buat gaya komik yang ramah anak. Tapi masalahnya, banyak orang yang malah pakai font ini buat logo toko, pengumuman resmi, sampai papan nama usaha profesional!

  • Kenapa Harus Dihindari? Terlihat sangat childish, amatiran, dan gak ada wibawanya sama sekali. Kalau lo pakai ini buat logo bisnis, klien bakal mikir bisnis lo cuma main-main.

  • Alternatif Keren: Comic Neue, Fredoka One, atau Quicksand buat vibes yang tetap ramah tapi jauh lebih modern.

2. Papyrus (Vibes “Etnik” yang Maksa dan Jadul)

Lo pasti pernah ngelihat font ini di papan nama tempat refleksi, resto makanan tradisional, atau tempat yoga. Font Papyrus ini punya tekstur “kasar” yang diniatkan buat ngasih kesan antik atau sejarah.

  • Kenapa Harus Dihindari? Sangat pasaran dan teksturnya bikin tulisan susah dibaca kalau ukurannya diperkecil (misal buat logo di feed IG atau favicon website).

  • Alternatif Keren: Cinzel, Marcellus, atau font Serif berpola klasik lainnya yang kelihatan lebih clean dan mewah.

Baca Juga  Sejarah Singkat Desain Grafis: Dari Lukisan Gua hingga Era Digital

3. Impact (Font Memes yang Gak Cocok Buat Branding)

Sesuai namanya, font Impact itu tebal, tinggi, dan terkesan “teriak”. Kebanyakan orang pakai font ini buat teks headline poster diskon atau teks meme internet.

  • Kenapa Harus Dihindari? Jarak antar hurufnya terlalu rapat dan bentuknya kaku banget. Logo yang pakai font Impact bakal kelihatan generik, aggressive, dan gak punya estetika visual.

  • Alternatif Keren: Bebas Neue, Oswald, atau Anton kalau lo butuh font jenis bold/display yang tetap tegas tapi proporsional.

4. Lobster (Font Script “Pasaran” Khas Spanduk Kafe)

Sekitar tahun 2010-an, font Lobster sempat jadi kasta tertinggi font tulisan tangan (script). Hampir semua kedai kopi, spanduk distro, dan logo brand lokal zaman itu pakai font ini.

  • Kenapa Harus Dihindari? Korban dari popularitasnya sendiri alias terlalu pasaran! Karena semua orang udah pernah pakai, logo lo bakal kehilangan keunikannya (uniqueness) dan langsung kelihatan pasaran di mata konsumen Gen Z.

  • Alternatif Keren: Pacifico, Satisfy, atau mending sekalian bikin custom lettering buatan tangan lo sendiri biar eksklusif.

5. Times New Roman (Bagus Buat Skripsi, Gak Buat Logo!)

Siapa sih yang gak kenal font ini? Font bawaan yang setia menemani lo dari zaman ngerjain tugas sekolah sampai skripsi kuliah.

  • Kenapa Harus Dihindari? Times New Roman itu font teks formal, bukan font branding. Kalau dipakai buat logo, hasilnya bakal kelihatan sangat membosankan, kaku, dan kurang sentuhan seni kreatif.

  • Alternatif Keren: Playfair Display, Bodoni, atau Lora buat ngasih kesan editorial, eksklusif, dan mahal.

Rangkuman: Kenapa Font Ini Harus Di-Blacklist dari Logo?

Nama Font Karakteristik Utama Kenapa Wajib Dihindari Buat Logo?
Comic Sans Kasual, membulat Kelihatan amatiran & tidak profesional
Papyrus Tekstur kasar, etnik Sulit dibaca di ukuran kecil & terkesan jadul
Impact Tebal, tinggi, rapat Mirip font meme & terlalu kaku
Lobster Script meliuk-liuk Overused (terlalu pasaran) & membosankan
Times New Roman Serif standar dokumen Kelihatan kayak tugas skripsi, tanpa soul seni
Baca Juga  Sistem Komisi Freepik Terbaru: Untung atau Buntung?