Gubuku- Apakah Affiliate Akan Menggantikan Sebagian Iklan Berbayar? Ini Faktanya untuk Milenial & Gen Z!
Buat kamu yang aktif scrolling TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts, pasti sudah nggak asing lagi dengan kalimat, “Cek keranjang kuning sekarang!” atau “Klik link di bio ya!”. Ya, itu adalah ciri khas dari affiliate marketing.
Tren ini lagi gila-gilaannya. Kalau dulu brand harus jor-joran bayar iklan mahal di TV atau billboard pinggir jalan, sekarang banyak yang beralih merangkul para kreator konten.
Pertanyaannya, apakah era iklan berbayar (paid ads) bakal segera tamat dan digantikan sepenuhnya oleh affiliate? Yuk, kita bedah bahasanya bareng-bareng!
1. Kenapa Affiliate Marketing Naik Daun Banget?
Sebagai generasi yang benci dibohongi sama iklan palsu, Milenial dan Gen Z punya mekanisme pertahanan diri yang kuat: banner blindness. Artinya, kita otomatis skip atau ngelewatin iklan konvensional yang keliatan kaku dan jualan banget.
Di sinilah affiliate marketing menang telak:
-
Faktor Kejujuran: Kita lebih percaya rekomendasi jujur dari micro-influencer atau teman sebaya yang nunjukin produk apa adanya, lengkap sama plus-minusnya.
-
Relatable: Kontennya nggak berasa kayak ditodong buat beli, tapi lebih kayak sharing pengalaman pakai produk sehari-hari.
2. Apakah Iklan Berbayar Bakal Pensiun?
Jawabannya: Belum tentu, tapi fungsinya mulai bergeser.
Meskipun affiliate lagi hype banget, iklan berbayar seperti Meta Ads (Instagram/Facebook) atau Google Ads tetap punya kekuatan yang belum tentu bisa ditiru affiliate, yaitu kendali penuh dan skala besar (scalability).
-
Iklan Berbayar (Paid Ads): Cocok banget buat brand baru yang mau ngenalin produk ke jutaan orang dalam hitungan jam secara instan. Brand punya kontrol penuh mau nampilin produknya ke siapa, umur berapa, dan tinggal di mana.
-
Affiliate Marketing: Butuh waktu buat ngebangun kepercayaan audiens dan nunggu kreator bikin konten. Nggak bisa instan langsung meledak kalau belum punya network kreator yang solid.
3. Kolaborasi, Bukan Saling Bunuh
Alih-alih saling menggantikan, masa depan dunia digital marketing justru mengarah ke kolaborasi. Brand-brand pintar saat ini menggabungkan keduanya lewat strategi Paid Affiliate.
Gimana cara kerjanya? Brand memakai anggaran iklan berbayar untuk boost atau mempromosikan video-video affiliate yang terbukti sukses dan viral di media sosial. Jadi, kreator dapet cuan dari komisi penjualan, tapi videonya juga ditonton lebih banyak orang lewat bantuan paid ads. Win-win solution!
Kesimpulan
Affiliate marketing memang sukses merebut porsi besar kue periklanan digital saat ini karena cocok banget sama gaya hidup Milenial dan Gen Z yang suka transparansi dan ulasan jujur.
Namun, iklan berbayar tidak akan mati begitu saja. Keduanya akan terus berdampingan: iklan berbayar buat ngebut di awal, dan affiliate buat ngebangun kepercayaan jangka panjang.
Menurut kamu sendiri, lebih gampang tergiur beli barang karena lihat iklan yang proper atau karena racun dari video affiliate kreator favorit?
Penulis:ARDAN – SMKN 3 Tebo




Leave a Reply