Gubuku- Cara Content Creator Mendapatkan Cuan dari Pinterest
Pinterest bukan cuma tempat mencari inspirasi outfit, desain, resep, atau ide dekorasi. Kalau dimanfaatkan dengan strategi yang tepat, platform ini juga bisa menjadi salah satu sumber cuan bagi content creator.
Menariknya, kamu nggak harus punya jutaan followers untuk mulai mendapatkan hasil. Pinterest lebih fokus pada penemuan konten melalui pencarian, sehingga konten yang dibuat hari ini masih bisa ditemukan orang beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan kemudian.
Lalu, bagaimana cara content creator mendapatkan cuan dari Pinterest? Yuk, simak caranya.
1. Manfaatkan Affiliate Marketing
Salah satu cara yang cukup populer adalah affiliate marketing.
Konsepnya simpel. Kamu membuat konten atau Pin yang menarik, lalu mengarahkan orang ke produk yang kamu promosikan. Jika seseorang melakukan pembelian melalui tautan affiliate yang memenuhi ketentuan program tersebut, kamu bisa mendapatkan komisi.
Contohnya, kamu membuat konten seperti:
- Rekomendasi perlengkapan kamar
- Ide outfit simpel
- Rekomendasi alat belajar
- Produk untuk content creator
- Peralatan editing
- Inspirasi dekorasi rumah
Kuncinya bukan sekadar memasukkan link, tetapi membuat konten yang benar-benar membantu orang menemukan produk yang mereka cari.
2. Jual Produk Digital
Content creator juga bisa mendapatkan cuan dengan menjual produk digital melalui Pinterest.
Beberapa contohnya:
- Template desain
- E-book
- Preset foto
- Template CV
- Planner digital
- Template media sosial
- Worksheet
- Panduan atau mini course
Pinterest dapat digunakan untuk mendatangkan traffic ke halaman tempat produk tersebut dijual.
Misalnya kamu punya produk berupa template Instagram. Buat beberapa Pin yang menampilkan preview template tersebut, kemudian arahkan audiens ke halaman produk.
3. Arahkan Traffic ke Blog
Kalau kamu punya blog atau website, Pinterest bisa menjadi sumber traffic tambahan.
Caranya cukup sederhana:
Buat artikel → Buat Pin → Optimasi judul dan deskripsi → Arahkan Pin ke artikel.
Contohnya, kamu mempunyai artikel berjudul “10 Ide Konten Instagram untuk Pemula”.
Kamu bisa membuat beberapa desain Pin dengan judul berbeda tetapi tetap mengarah ke artikel yang sama.
Semakin banyak orang menemukan dan mengunjungi artikelmu, semakin besar peluang untuk mendapatkan penghasilan dari iklan, affiliate, produk, atau layanan yang kamu tawarkan.
4. Promosikan Jasa yang Kamu Miliki
Pinterest juga bisa digunakan untuk mempromosikan jasa.
Misalnya kamu punya kemampuan:
- Desain grafis
- Editing video
- Fotografi
- Copywriting
- Pembuatan website
- Social media management
- Ilustrasi
- Jasa branding
Buat konten yang menunjukkan hasil pekerjaanmu.
Contohnya, seorang desainer bisa membuat Pin berjudul “Contoh Desain Feed Instagram Minimalis”. Di dalam Pin atau halaman tujuan, kamu bisa memberikan informasi mengenai jasa yang ditawarkan.
Jadi, Pinterest bukan cuma tempat mencari audiens, tetapi juga bisa menjadi etalase portofolio online.
5. Bangun Personal Brand
Content creator juga bisa menggunakan Pinterest untuk memperkuat personal brand.
Misalnya kamu membuat konten tentang:
Buat konten secara konsisten dengan gaya visual yang mudah dikenali.
Ketika personal brand mulai terbentuk, peluang monetisasi juga bisa semakin luas, seperti kerja sama dengan brand, affiliate, penjualan produk, atau jasa.
6. Gunakan Pinterest untuk Mendukung Platform Lain
Pinterest nggak harus menjadi satu-satunya tempat kamu mendapatkan cuan.
Kamu bisa menggunakannya sebagai mesin traffic untuk platform lain.
Contohnya:
Pinterest → Blog → Affiliate
atau
Pinterest → Website → Produk Digital
atau
Pinterest → Landing Page → Jasa
Dengan strategi seperti ini, Pinterest berfungsi sebagai pintu masuk untuk membawa audiens ke aset digital yang kamu miliki.
7. Buat Konten yang Bisa Dicari
Salah satu hal penting dalam Pinterest adalah membuat konten yang sesuai dengan apa yang dicari pengguna.
Jangan hanya memikirkan desain yang keren. Pikirkan juga:
“Orang biasanya mencari konten ini dengan kata apa?”
Misalnya daripada menggunakan judul yang terlalu umum seperti “Tips Keren”, kamu bisa menggunakan judul yang lebih spesifik seperti:
“7 Tips Membuat Konten Instagram untuk Pemula”
Kata kunci tersebut dapat membantu kontenmu lebih mudah dipahami oleh pengguna maupun sistem pencarian Pinterest.
8. Buat Banyak Pin dari Satu Ide
Kamu nggak harus selalu mencari ide baru setiap hari.
Satu artikel atau satu topik bisa dikembangkan menjadi beberapa Pin.
Misalnya artikel:
“Cara Menghasilkan Uang dari Pinterest”
Bisa dibuat menjadi beberapa Pin:
- Cara Cuan dari Pinterest untuk Pemula
- 5 Cara Monetisasi Pinterest
- Pinterest Bisa Menghasilkan Uang?
- Strategi Pinterest untuk Content Creator
- Cara Mendapatkan Traffic dari Pinterest
Dengan cara ini, satu konten bisa memiliki beberapa pintu masuk.
9. Konsisten Lebih Penting daripada Sekadar Viral
Jangan terlalu fokus mengejar satu Pin viral.
Pinterest lebih cocok digunakan sebagai strategi jangka panjang. Buat konten secara konsisten, evaluasi performanya, lalu ulangi jenis konten yang mendapatkan respons bagus.
Perhatikan beberapa hal seperti:
- Pin yang paling banyak dilihat
- Pin yang paling banyak diklik
- Topik yang paling diminati
- Kata kunci yang mendatangkan traffic
- Konten yang menghasilkan konversi
Dari data tersebut, kamu bisa menentukan strategi berikutnya.
10. Jangan Asal Copy Konten Orang
Kalau ingin membangun akun Pinterest untuk jangka panjang, hindari mengambil gambar atau karya orang lain sembarangan.
Lebih aman membuat desain sendiri atau menggunakan aset yang memang memiliki izin penggunaan.
Selain itu, konten original juga membantu membangun identitas akunmu sendiri.
Berapa Followers yang Dibutuhkan untuk Mendapatkan Cuan?
Ini salah satu hal yang sering bikin pemula salah fokus.
Jumlah followers bukan satu-satunya faktor yang menentukan penghasilan dari Pinterest.
Yang lebih penting adalah apakah kontenmu mampu mendapatkan:
- Views
- Klik
- Traffic
- Leads
- Pembelian
- Konversi
Jadi, akun dengan followers yang tidak terlalu besar tetap bisa memiliki peluang menghasilkan uang jika mampu mendatangkan traffic dan audiens yang tepat.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari:
1. Hanya fokus pada desain
Visual memang penting, tetapi judul dan keyword juga harus diperhatikan.
2. Tidak konsisten
Upload sesekali membuat perkembangan akun lebih sulit dievaluasi.
3. Tidak punya tujuan monetisasi
Sebelum membuat konten, tentukan apakah kamu ingin mendapatkan traffic, menjual produk, mendapatkan affiliate commission, atau menawarkan jasa.
4. Menggunakan keyword secara asal
Gunakan kata kunci yang benar-benar berhubungan dengan isi konten.
5. Terlalu cepat menyerah
Pinterest membutuhkan proses. Jangan menganggap satu atau dua minggu tanpa hasil berarti strateginya gagal.
Strategi Sederhana untuk Pemula
Kalau kamu baru mulai, gunakan alur sederhana ini:
Tentukan niche → Buat akun → Riset keyword → Buat Pin → Tambahkan link → Upload konsisten → Cek performa → Optimasi → Monetisasi.
Nggak perlu langsung melakukan semuanya sekaligus.
Mulai dari satu niche yang kamu pahami, kemudian buat konten secara rutin. Setelah mendapatkan data, kamu bisa mengembangkan strategi monetisasi yang paling cocok.
Penulis : Ilham – SMK Setih Setio2




Leave a Reply