Gubuku – Buat lo yang berkarier di dunia graphic design atau branding agency, nemuin ide visual branding dari nol itu sering banget makan waktu. Belum lagi kalau dikejar deadline ketat dan klien minta revisi berkalimat-kalimat yang bikin mood auto anjlok.
Tapi tenang, kita hidup di zaman di mana AI bukan buat ditakutin, melainkan dimanfaatin sebagai copilot. Dengan mengombinasikan keajaiban Midjourney (buat nyari ide visual kilat) dan kepresisian Adobe Illustrator (buat eksekusi vektor profesional), lo bisa motong waktu kerja sampai 50%!
Penasaran gimana caranya? Yuk, intip workflow rahasia gabungan Midjourney + Adobe Illustrator di bawah ini biar kerjaan lo makin sat-set!
1. Fase EKSPLORASI: Brainstorming Visual di Midjourney
Jangan buang waktu jam-jaman cuma buat bikin moodboard manual di Pinterest. Pakai Midjourney buat generate inspirasi visual awal secara kilat.
-
Bikin Prompt yang Spesifik: Masukkan keyword gaya desain, palet warna, dan elemen yang lo mau.
Contoh Prompt:
/imagine flat vector logo of a cute cat wearing sunglasses, minimalist, retro style, bold line, white background --no shading photo --v 6.0 -
Eksplorasi Variasi: Gunakan tombol Vary (Subtle) atau Vary (Strong) di Midjourney buat nyari bentuk dasar atau maskot yang paling slay dan cocok sama kepribadian brand.
2. Fase EKSPOR: Ambil Gambar Resolusi Terbaik
Begitu lo udah nemu visual yang pas di Midjourney:
-
Pilih gambar terbaik lalu klik Upscale.
-
Simpan gambar dalam format PNG dengan latar belakang seminimal mungkin (latar belakang putih polos adalah kuncinya biar gampang diolah nanti).
Catatan Penting: Gambar dari Midjourney itu masih berbentuk raster/piksel. Jangan langsung dikirim ke klien buat logo utama ya, bestie! Kita wajib ubah jadi vektor dulu di Illustrator.
3. Fase VEKTORISASI: Tracing Kilat di Adobe Illustrator
Di langkah inilah Adobe Illustrator mengambil alih kemudi. Buka aplikasi Illustrator lo, lalu ikuti langkah sat-set ini:
-
Import (Drag & Drop) hasil gambar dari Midjourney ke dalam artboard Illustrator.
-
Klik objek gambar, lalu buka panel Image Trace (Window > Image Trace).
-
Pilih Preset yang sesuai, misalnya Silhouettes (kalau logo satu warna) atau 6/16 Colors (kalau gambarnya berwarna).
-
Centang opsi Ignore Color (pilih warna putih) biar background-nya langsung terhapus secara otomatis.
-
Klik tombol Expand di bagian atas. Boom! Gambar piksel lo sekarang udah resmi berubah jadi jalur vektor yang gak bakal pecah mau diperbesar seukuran baliho sekalipun!
4. Fase REFINING & TYPOGRAPHY: Sentuhan Manusia yang Eksklusif
AI itu pinter nyari ide, tapi cuma desainer manusia yang tahu cara bikin desain itu fungsional dan proper.
-
Merapikan Path Vektor: Gunakan Direct Selection Tool (A) atau Smooth Tool buat merapikan lekukan garis vektor dari hasil Image Trace yang masih agak kasar.
-
Ganti Palet Warna: Sesuaikan warna ikon dengan warna resmi brand identity klien lo.
-
Tambahkan Tipografi: Masukkan nama brand menggunakan font pilihan lo yang paling cocok. Jangan lupa atur kerning dan tracking-nya biar makin rapi dan enak dibaca.
5. Fase PRESENTASI: Bikin Mockup Estetik
Biar presentasi branding lo kelihatan makin mahal di mata klien:
-
Gunakan fitur terbaru Illustrator seperti 3D & Materials atau fitur Mockup (Beta) buat nempelin logo baru lo ke kemasan produk, kafe cup, atau merchandise.
-
Susun hasil branding kit tersebut dalam format Case Study yang rapi.
Keuntungan Combo Midjourney + Illustrator untuk Gen Z Designer
| Aspek | Workflow Tradisional ❌ | Combo AI + Illustrator ✅ |
| Pencarian Ide | 3 – 5 Jam (Scrolling & Sketsa) | 15 – 30 Menit (Prompting Midjourney) |
| Proses Eksekusi | Gambar ulang dari nol | Tracing & Refining kilat |
| Resiko Burnout | Tinggi (Capek di awal) | Rendah (Energi fokus di finishing |
Penulis: nuraliza dari smkss2



Leave a Reply