Merapikan Informasi Tanpa Pakai Garis Pembatas

Merapikan Informasi Tanpa Pakai Garis Pembatas

Merapikan Informasi Tanpa Pakai Garis Pembatas

Gubuku – Pernah gak sih lo ngeliat desain poster atau tampilan aplikasi yang rame banget sama garis pembatas? Ada garis horizontal, garis vertikal, sampai box berbingkai tebal di mana-mana. Alih-alih kelihatan rapi, desainnya malah kerasa sesak, kaku, dan bikin mata cepat lelah.

Padahal di era desain modern modern kayak sekarang, kunci dari visual yang estetik dan mahal adalah kebersihan (clean design).

Nah, rahasia para desainer profesional buat ngerapiin informasi tanpa perlu “memenjarakan” elemen pakai garis adalah dengan memanfaatkan salah satu prinsip psikologi visual legendaris: Gestalt Law of Proximity (Prinsip Jarak/Kedekatan).

Gimana cara kerjanya dan gimana cara penerapannya di desain lo? Yuk, kita bedah bareng-bareng!

Apa Sih Gestalt Law of Proximity Itu?

Gampangnya gini: otak manusia itu secara otomatis bakal mengelompokkan elemen-elemen yang lokasinya berdekatan sebagai satu kesatuan atau satu grup informasi yang sama.

Sebaliknya, kalau ada elemen yang jaraknya jauh, otak kita bakal menganggap elemen itu punya arti atau kategori yang beda.

Analogi Simpel: Bayangin lo lagi nongkrong di kafe. Kalau ada 4 orang duduk di satu meja yang sama, lo bakal mikir mereka itu rombongan teman. Tapi kalau ada 1 orang duduk di meja ujung yang jauh, lo otomatis mikir dia lagi sendirian. Padahal lo gak perlu narik garis atau masang pagar di antara meja mereka, kan?

Kenapa Harus Mengurangi Garis Pembatas?

Garis pembatas (divider) memang berguna, tapi kalau kebanyakan, garis tersebut malah jadi visual noise alias “sampah visual” yang mengalihkan perhatian utama audiens.

  • Bikin Desain Kelihatan Lebih “Bernapas”: Mengandalkan jarak bikin tata letak (layout) terasa lebih lega dan modern.

  • Mempercepat Pembacaan: Audiens bisa memindai (scanning) informasi penting jauh lebih cepat karena kelompok informasinya sudah jelas.

  • Visual Auto-Aesthetic: Konsep ini dipake sama raksasa teknologi kayak Apple, Spotify, dan Airbnb buat bikin tampilan UI mereka kelihatan minim noise tapi super fungsional.

Baca Juga  Mengenal Sistem Pengeringan Tinta pada Mesin Cetak Modern

Cara Menerapkan Law of Proximity di Desain Lo

Biar gak bingung, ini dia panduan praktis memanfaatkan prinsip kedekatan di proyek desain lo selanjutnya:

1. Mainkan Jarak Spasi Teks (Line Height & Paragraph Spacing)

Saat lo bikin desain yang penuh teks (kayak microblog atau brosur), atur jarak antar kalimat dan paragraf.

  • Jarak antara Judul dan Isi Paragraf harus lebih dekat dibanding jarak ke paragraf berikutnya.

  • Dengan begitu, pembaca langsung tahu kalau judul tersebut adalah milik paragraf di bawahnya, bukan paragraf di atasnya.

2. Kelompokkan Ikon dan Teks Keterangan

Kalau lo bikin daftar fitur atau menu aplikasi, dekatkan posisi ikon dengan teks penjelasnya. Jangan taruh ikon di pojok kiri lalu teksnya melayang jauh di pojok kanan. Jarak yang terlalu jauh bikin otak pembaca ragu apakah ikon itu menjelaskan teks tersebut atau bukan.

3. Gunakan White Space Sebagai Pembatas Alami

Daripada nambahin garis border hitam tebal di antara dua section, cobalah untuk memperbesar ruang kosong (white space) di antara kedua section tersebut.

Secara insting, mata audiens bakal menangkap bahwa jeda ruang yang lebar itu adalah pertanda pergantian topik atau kategori informasi baru.

Contoh Perbandingan: Pakai Garis vs Pakai Proximity

Biar makin kebayang bedanya, coba perhatiin tabel perbandingan pendekatan desain di bawah ini:

Elemen Desain Cara Lama (Pakai Garis) Cara Proximity (Gestalt Law)
Kartu Produk / Form Diberi kotak bingkai (border) hitam di sekelilingnya. Cukup beri jarak padding yang konsisten di sekeliling elemen.
Pemisah Antar Section Dipotong pakai garis lurus tebal dari ujung ke ujung. Diberi jarak margin vertikal yang lebih luas (whitespace).
Daftar Menu / List Diberi garis pemisah (divider line) tipis di setiap baris. Diberi ruang antar baris yang proporsional dan font weight beda.
Baca Juga  Wajib Dilakukan Sebelum Meluncurkan Desain Aset Baru

Penulis kiki dari smkn 9 bungo