Merancang Signage System yang Efektif untuk Gedung

Merancang Signage System yang Efektif untuk Gedung

Merancang Signage System yang Efektif untuk Gedung

Gubuku – Pernah gak sih lo masuk ke rumah sakit besar atau gedung pencakar langit, terus bukannya nyampe ke ruangan tujuan, lo malah muter-muter kayak komedi putar karena papan petunjuk jalannya bikin bingung?

Momen-momen “Gue di lantai berapa sih ini?” atau “Arah ke Unit Gawat Darurat lewat mana ya?” itu bikin panik banget, kan? Nah, di situlah pentingnya Signage System (sistem papan petunjuk jalan).

Signage yang buruk gak cuma bikin pengunjung emosi, tapi di tempat kayak rumah sakit, hal itu bisa fatal! Buat lo desainer grafis atau desainer interior yang lagi dapet proyek bikin navigasi visual gedung, yuk simak cara merancang signage system yang efektif, jelas, dan estetik di bawah ini!

1. Pahami Dulu “Wayfinding Concept” (Bukan Cuma Asal Bikin Papan)

Sebelum lo membuka software desain, lo harus paham konsep dasar wayfinding. Signage itu tugas utamanya adalah menuntun pikiran manusia dari poin A ke poin B secara natural tanpa perlu banyak mikir.

Secara umum, ada 4 jenis signage yang wajib ada di gedung bertingkat atau rumah sakit:

  • Directional Sign: Papan penunjuk arah (contoh: tanda panah ke arah “Poliklinik Gigi” atau “Lift”).

  • Identification Sign: Papan penanda ruangan (contoh: “Ruang Rontgen”, “Lantai 3”).

  • Informational Sign: Papan berisi informasi umum (contoh: “Jam Besuk”, “Peta Gedung”).

  • Regulatory/Safety Sign: Papan aturan dan keselamatan (contoh: “Dilarang Merokok”, “Jalur Evakuasi”).

2. Utamakan Hirarki & Kejelasan Teks (Visibility & Readability)

Di gedung bertingkat apalagi rumah sakit, orang yang datang sering kali dalam keadaan terburu-buru, panik, atau stres. Jangan persulit mereka dengan font yang aneh-aneh!

  • Pilih Font Legible: Pakai jenis font Sans-Serif yang bersih, tegas, dan gampang dibaca dari jarak jauh seperti Helvetica, Inter, Arial, atau Roboto.

  • Kontras Warna Tinggi: Pastikan warna teks dan warna latar belakang (background) berlawanan secara kontras. Misalnya teks putih di atas background biru tua/gelap, atau teks hitam di atas background kuning cerah.

  • Ukuran Huruf Proporsional: Makin jauh jarak pandangnya, makin besar ukuran huruf yang lo butuhkan.

3. Manfaatkan Ikonografi Universal (Gambar Berbicara Lebih Cepat)

Gak semua pengunjung punya waktu buat membaca tulisan panjang, dan gak semua orang paham bahasa setempat. Di sinilah ikon/simbol berperan penting.

  • Gunakan simbol yang ISO Standard atau udah familiar di masyarakat umum (misal: ikon toilet pria/wanita, ikon lift, simbol kursi roda, atau ikon tangga).

  • Gunakan tanda panah (arrow) yang tegas dan tidak ambigu. Jangan bikin panah yang bikin orang bingung apakah harus naik tangga atau lurus terus!

4. Sistem Color-Coding untuk Setiap Zona

Bayangin sebuah rumah sakit dengan puluhan koridor yang bentuknya persis semua. Biar orang gak disorientasi, gunakan Color-Coding (pembedaan warna berdasarkan zona atau lantai).

  • Contoh Penerapan:

    • Lantai 1 / Zona Darurat = Warna Merah

    • Lantai 2 / Poliklinik Rawat Jalan = Warna Hijau

    • Lantai 3 / Ruang Rawat Inap = Warna Biru

  • Penerapan warna ini bisa ditaruh di list papan signage, cat dinding, atau garis petunjuk di lantai (floor line graphic).

5. Perhatikan Posisi dan Ergonomi Penempatan

Papan petunjuk paling bagus sekalipun gak bakal berguna kalau ketutupan pot bunga atau ditaruh di sudut yang terhalang tiang gedung!

  • Tinggi Pandangan Mata (Eye-Level): Pasang papan penanda di ketinggian yang sejajar dengan pandangan mata rata-rata orang (sekitar 140 cm – 160 cm dari lantai).

  • Signage Gantung (Overhead Sign): Untuk area koridor utama atau persimpangan ramai di gedung bertingkat, gunakan signage gantung agar tetap terlihat jelas walau kondisi lantai sedang penuh sesak.

  • Inklusivitas (Universal Design): Jangan lupa sediakan fitur ramah disabilitas, seperti huruf Braille dan teks timbul di papan penanda ruang (Identification Sign).

Tabel Ringkasan: Perbedaan Fokus Signage Gedung Bertingkat vs Rumah Sakit

Biar desain lo lebih tepat sasaran, pahami beda fokus utama dari kedua lokasi ini:

Elemen Kunci Gedung Bertingkat (KANTOR/MALL) Rumah Sakit
Fokus Utama Efisiensi mobilitas (Lift/Tangga) & Estetika Brand Kecepatan navigasi, keselamatan, & aksesibilitas
Tingkat Emosi Pengunjung Santai – Produktif Panik, Cemas, Stres
Gaya Desain Modern, sleek, menyesuaikan branding gedung Sangat fungsional, bersih, kontras tinggi, ramah disabilitas
Fitur Wajib Direktori tenant & nomor lantai Jalur evakuasi cepat, simbol medis universal, Braille

Penulis: zahra smk setih setio 2