Gubuku – Siapa di sini yang lagi dapet proyekan bikin logo buat client, atau lagi rebranding bisnis sendiri?
Dalam dunia desain grafis, font itu ibarat baju yang dipake sama sebuah brand. Kalau bajunya pas, brand tersebut kelihatan keren dan terpercaya. Tapi kalau bajunya “salah kostum”, visualnya bisa kelihatan norak, jadul, bahkan gak profesional sama sekali!
Di internet, ada jutaan jenis font yang bisa diunduh gratis. Tapi hati-hati, bestie! Ada beberapa font legendaris yang dulu sering banget dipakai, tapi sekarang udah dianggap red flag di dunia desain profesional. Kenapa? Ada yang udah terlalu pasaran (overused), ada yang bikin pusing dibaca, sampai ada yang bikin brand lo terkesan amatiran.
Biar karya lo gak diketawain sama sesama desainer dan bisa nawarin value tinggi ke klien, ini dia 5 jenis font populer yang sebaiknya lo pensiunkan dari pembuatan logo profesional!
1. Comic Sans (The Ultimate Red Flag)
Siapa sih yang gak kenal font ini? Lahir di tahun 90-an, Comic Sans awalnya dibikin buat tampilan aplikasi anak-anak. Tapi entah kenapa, font ini malah sering dipakai di mana-mana—dari pengumuman RT sampai logo warung.
-
Kenapa harus dihindari: Karakter bentuknya terlalu kekanak-kanakan, tidak seimbang, dan sama sekali tidak memiliki kesan profesional.
-
Efek ke Logo: Bikin brand lo kelihatan gak serius dan kayak buatan anak SD yang baru belajar ngetik di Word.
-
Alternatif Keren: Comic Neue, Fredoka, atau Quicksand kalau lo tetep butuh vibes yang ramah (friendly) dan membulat.
2. Papyrus (Misterius yang Jadi Pasaran)
Pernah ngelihat logo kafe herbal, tempat spa, atau poster film Avatar karya James Cameron? Yup, kemungkinan besar mereka pakai Papyrus.
-
Kenapa harus dihindari: Font ini udah overused banget buat hal-hal yang berhubungan dengan tema “organik”, “kuno”, atau “etnik”. Selain itu, tekstur pinggirannya yang kasar bikin font ini susah kelihatan rapi kalau dicetak dalam ukuran kecil.
-
Efek to Logo: Kelihatan klise dan kurang kreatif. Klien bayar lo mahal bukan buat dikasih font bawaan Windows!
-
Alternatif Keren: Cinzel, Eczar, atau Cormorant Garamond buat dapet kesan estetis, klasik, tapi tetap bersih.
3. Impact (Cuma Cocok Buat Meme, Bukan Logo!)
Lurus, tebal, dan jangkung. Impact adalah font yang sangat efektif kalau tujuan lo adalah screaming alias nyari perhatian dalam sekali lihat.
-
Kenapa harus dihindari: Karakter font-nya terlalu rapat dan tebal. Yang paling parah, Impact udah terlanjur melekat banget di benak anak muda sebagai font khusus meme internet.
-
Efek ke Logo: Logo lo bakal kelihatan datar, kaku, dan malah terkesan kayak candaan/meme ketimbang brand yang solid.
-
Alternatif Keren: Bebas Neue, Anton, atau Oswald kalau lo butuh font tipe sans-serif tebal yang modern dan gagah.
4. Brush Script MT / Script Bawaan yang Pasaran
Banyak desainer pemula Mikir: “Bikin logo pakai font tulisan tangan (script) pasti kelihatan estetik dan elegan deh.” Eits, belum tentu!
-
Kenapa harus dihindari: Font seperti Brush Script MT atau Pacifico itu udah terlalu sering dipakai di banner jualan es boba pinggir jalan sampai spanduk pasar malam. Selain itu, font script yang terlalu rapat sering kali susah dibaca dari jarak jauh.
-
Efek ke Logo: Mengurangi keterbacaan (legibility) nama brand lo dan bikin logo kelihatan murah.
-
Alternatif Keren: Satoshi, Playfair Display (kalau mau kesan luxurious), atau gunakan Custom Lettering buatan tangan lo sendiri!
5. Bleeding Freaks / Font Distressed & Grunge
Font jenis ini biasanya punya efek retak-retak, bercak darah, atau efek tembok terkelupas. Dulu di era 2000-an awal (era anak emo/band rock), font kayak gini sempet hype banget.
-
Kenapa harus dihindari: Tren desain zaman sekarang (modern design) lebih mengedepankan efisiensi, fleksibilitas digital, dan cleanliness. Font dengan tekstur rumit bakal hancur dan pecah pas logo lo diaplikasikan ke ukuran kecil, seperti avatar profil Instagram atau bordiran kaos.
-
Efek ke Logo: Kelihatan outdated (ketinggalan zaman) dan gak fleksibel di media digital modern.
-
Alternatif Keren: Gunakan sans-serif tegas seperti Syne, Space Grotesk, atau Monument Extended untuk kesan edgy dan modern tanpa tekstur ribet.
Tabel Ringkasan: “Jangan Pakai Ini, Pakai Itu Aja!”
| Font yang Harus Dihindari | Alasan Utama | Alternatif Modern (Gen Z Approved) |
| Comic Sans | Kekanak-kanakan & tidak profesional | Quicksand / Fredoka |
| Papyrus | Klise, overused, tekstur kasar | Cormorant Garamond / Cinzel |
| Impact | Terlalu lekat dengan vibes meme | Bebas Neue / Oswald |
| Brush Script MT | Pasaran & susah dibaca | Custom Lettering / Satoshi |
| Bleeding Freaks/Grunge | Ketinggalan zaman & susah di-reproduksi | Syne / Space Grotesk |




Leave a Reply