Mengapa Non-Periodic Substitution Grid System Sangat

Mengapa Non-Periodic Substitution Grid System Sangat

Gubuku –

. Bikin Layout Kelihatan Organik tapi Tetap Rapi

Desain yang kaku bikin audiens cepat scroll-away. Lewat sistem substitusi ini, kamu bisa nempatin teks besar, foto, dan tombol interaktif di ukuran kotak yang beda-beda tanpa kelihatan acak-acakan. Ada “ritme” visual yang bikin mata betah melihatnya.

2. Rahasia di Balik Generative & Dynamic Design

Sistem ini berorientasi pada kodingan (code-friendly). Kalau kamu bikin website atau aplikasi, layout-nya bisa beradaptasi secara otomatis sesuai konten yang diisi. Tiap kali user membuka page baru, susunan grid-nya bisa berubah dinamis tanpa merusak estetika.

3. Solusi Buat Bento Grid yang Anti-Bosan

Kamu pasti sering lihat tren Bento Grid (layout kotak-kotak ala menu Bento Apple). Nah, Non-Periodic Substitution Grid ini adalah level lanjutannya. Daripada cuma bagi layar jadi 4 kotak biasa, kamu membagi kotak tersebut jadi pecahan-pecahan rasio unik yang bikin tampilan produk/portofolio kamu makin menonjol.

Gimana Cara Kerjanya dalam Praktik Desain?

Prosesnya sebenarnya mirip kaya main Tetris yang punya aturan matematika:

  1. Mulai dari Satu Kotak Utama: Ambil satu kanvas besar.

  2. Pecah Menggunakan Rasio: Gunakan rasio matematika (seperti Golden Ratio atau pola substitusi tertentu) buat membagi kotak besar itu jadi 2 atau 3 bagian beda ukuran.

  3. Substitusi Ulang (Ulangi Proses): Pecah lagi salah satu kotak kecil tadi menjadi bagian yang lebih kecil lagi.

  4. Isi Konten: Kotak paling besar buat headline atau visual utama, sedangkan kotak-kotak kecil buat elemen pendukung seperti teks detail atau ikon.

 

Penulis : Adellia smk Sudj

Baca Juga  Cara Mengatasi Banded Gradient (Garis-Garis pada Gradient)