Gubuku – Pernah gak pas lagi scrolling medsos, kamu nemu desain font yang bentuknya berubah-ubah sendiri secara dinamis? Bukan cuma gerak (motion graphics) biasa, tapi lekukan, ketebalan, dan gayanya berubah ngikutin ritme tertentu.
Nah, di dunia desain modern, tren ini lagi nge-hit banget dan dikenal sebagai Data-Driven Typography atau tipografi berbasis data fluktuasi!
Biar gak bingung dan makin paham gimana cara kerjanya, yuk simak panduan simpel merancang tipografi unik yang digerakkan oleh data ini!
Apa Sih Tipografi Berbasis Data Fluktuasi Itu?
Secara sederhana, tipografi berbasis data fluktuasi adalah seni merancang huruf di mana bentuk visualnya (seperti ukuran, ketebalan, atau distorsi) dikendalikan langsung oleh data yang nilainya terus naik-turun secara real-time.
Data ini bisa berasal dari mana aja yang punya fluktuasi, misalnya:
-
Detak jantung manusia (heart rate)
-
Fluktuasi lalu lintas cuaca atau angin
-
Angka keramaian di media sosial
-
Sinyal frekuensi audio/musik
-
Bahkan data fluktuasi ilmiah seperti radiasi atau gelombang digital!
Gimana Cara Buatnya? (Langkah-Langkah Simpel)
Buat kamu yang mau coba bereksperimen, merancang tipografi dinamis ini sebenarnya menggabungkan tiga pilar utama: Data, Kode, dan Visual.
[Sumber Data Fluktuasi] ➔ [Skrip / Kode Program] ➔ [Parameter Font / Visual]
-
Tentukan Sumber Data (Input)
Pilih data fluktuatif yang mau kamu jadikan “kemudi” dari bentuk hurufmu. Kamu bisa pakai data mentah dalam bentuk API, sensor, atau file angka (CSV/JSON).
-
Siapkan Variable Font (Canvas)
Gunakan jenis font bernama Variable Font. Jenis font ini punya sumbu (axis) fleksibel yang bisa diatur ketebalannya (weight), kemiringannya (slant), hingga lebarnya (width) secara bebas tanpa bikin file font-nya rusak.
-
Hubungkan Menggunakan Creative Coding
Gunakan bahasa atau alat coding khusus visual seperti p5.js, Processing, atau TouchDesigner. Buat aturan simpel:
-
Data lagi NAIK $\rightarrow$ Sumbu weight font bertambah tebal (bold).
-
Data lagi TURUN $\rightarrow$ Sumbu width font mengecil atau huruf melengkung (distort).
-
Kenapa Konsep Ini Keren Banget Buat Gen Z?
-
Setiap Desain Punya Storytelling Kuat: Huruf yang kamu buat bukan sekadar hiasan, tapi punya cerita dan makna mendalam dari data yang dibawanya.
-
Tampilan Selalu Unik & Beda: Karena datanya naik-turun secara acak, visual yang dihasilkan gak bakal pernah 100% sama setiap detiknya.
-
Portofolio Level Beda: Buat kamu yang mau berkarier di bidang desain grafis atau UI/UX, menguasai creative coding dan tipografi interaktif bakal bikin portofoliomu paling menonjol.
penulis;bungasmksudj



Leave a Reply