Gubuku – Kalau kamu suka scrolling Pinterest, Instagram, atau Behance akhir-akhir ini, pasti sering nemu desain 3D visual yang kelihatan glowy, semi-transparan, tapi elegan banget. Efek bahan kaca yang agak “buram manis” itu memancarkan cahaya dari dalam, lalu ditabrakkan sama teks simpel berwarna hitam-putih.
Dua elemen tersebut adalah hasil kombinasi dari Sub-Surface Scattering (SSS) Glass 3D dan Tipografi Monokrom.
Buat Gen Z yang lagi mendalami dunia visual 3D, branding, atau sekadar pengin bikin karya yang kelihatan mahal dan aesthetic, yuk bedah kenapa teknik perpaduan ini lagi trending dan cara eksekusinya!
Kenapa Wajib Dipadukan sama Tipografi Monokrom?
Memadukan objek 3D SSS yang kompleks dengan tipografi monokrom (hitam, putih, atau gradasi abu-abu) bukan tanpa alasan. Ini dia rahasia visualnya:
1. Menjaga Keseimbangan Visual (Visual Balance) Objek 3D dengan SSS sudah punya tekstur, pencahayaan, dan kedalaman yang sangat kompleks. Kalau teks di sekitarnya pakai warna-warni heboh atau font yang terlalu ramai, desain kamu bakal kelihatan crowded dan bikin mata pusing. Tipografi monokrom berfungsi sebagai penyimbang (anchor) yang bikin layout tetap rapi.
PENULIS : AQILAH – SMKN 1 MERANGIN



Leave a Reply