Self-Initiated (Projek Buatan Sendiri) Bisa Mengubah Arah Karir

Self-Initiated  (Projek Buatan Sendiri) Bisa Mengubah Arah Karir

Self-Initiated (Projek Buatan Sendiri) Bisa Mengubah Arah Karir

Gubuku –

Pernah gak sih lo ngerasa terjebak di stuck zone pas lagi ngerjain proyekan dari klien? Bikin desain yang itu-itu aja, dituntut ngikutin taste klien yang kadang ajaib, sampai akhirnya lo ngerasa kreativitas lo makin mati suri?

Eits, jangan buru-buru pengen pensiun dari dunia desain! Ada satu jurus rahasia yang udah terbukti ampuh ngebantu banyak desainer lepas dari lingkaran setan ini, yaitu: Self-Initiated Project alias Proyek Buatan Sendiri.

Banyak desainer mikir kalau proyekan yang bernilai itu cuma proyek yang ada bayarannya dari klien. Padahal, proyek yang lo inisiasi sendiri justru sering jadi game-changer yang bisa ngerubah arah karir desain lo 180 derajat. Kok bisa? Yuk, kita bedah alasannya!

1. Bebas Bikin “Bahan Pamer” Sesuai Idealisme Lo

Pas ngerjain proyek klien, idealisme lo sering kali harus dikalahkan sama revisi beruntun. Nah, di self-initiated project, lo adalah bosnya!

Lo punya kebebasan 100% buat nemuin style visual lo sendiri, milih warna kesukaan, sampai nentuin konsep sesuka hati. Hasilnya? Lo bisa punya karya di portofolio yang bener-bener nyerminin passion dan kemampuan terbaik lo, tanpa ada intervensi dari “selera klien”.

2. Magnet Buat Narik Dream Client

Sadar atau enggak, klien bakal hiring lo berdasarkan apa yang ada di portofolio lo.

Proyek buatan sendiri adalah cara paling efektif buat “memancing” jenis pekerjaan yang emang benar-benar pengen lo kerjain di masa depan.

Baca Juga  Cara Mengatasi Imposter Syndrome Saat Harus Bekerja

3. Jadi Lab Eksperimen Skill Baru (Gak Takut Dihujat Klien!)

Mau nyoba tren desain 3D yang lagi hype? Mau belajar motion graphic atau animasi simpel? Kalau lo cobain langsung di proyek klien yang deadline-nya mepet, risikonya gede banget.

Lewat proyek mandiri, lo punya ruang aman (safe space) buat gagal dan belajar. Lo bebas bereksperimen sama software baru, teknik baru, atau eksplorasi tipografi tanpa perlu takut dimarahin klien kalau hasilnya di awal belum sempurna.

4. Bukti Punya Self-Driven dan Inisiatif Tinggi di Mata HRD

Buat lo yang pengen apply kerja di agensi kreatif atau perusahaan Unicorn, punya self-initiated project di portofolio itu poin plus yang gede banget!

HRD dan Design Lead gak cuma ngeliat seberapa jago lo pakaikan tools, tapi juga kualifikasi karakter lo:

  • Apakah lo orang yang pasif (nunggu disuruh)?

  • Atau lo orang yang punya inisiatif, kreatif, dan punya drive tinggi buat terus belajar?

Proyek mandiri ngebuktiin kalau lo adalah desainer yang punya passion murni di dunia visual, bukan sekadar orang yang kerja kalau cuma diiming-imingi duit.

Gimana Cara Mulai Bikin Self-Initiated Project?

Gak usah bikin yang terlalu rumit sampai bikin lo burnout duluan. Cobain langkah simpel ini:

  1. Re-Design Produk Favorit: Ambil satu produk/aplikasi yang sering lo pakai sehari-hari tapi visualnya menurut lo kurang oke. Bikin versi perbaikannya!

  2. Bikin Branding Usaha Fiktif: Bayangin lo mau ngebuka kedai kopi vibes era 90-an atau brand streetwear. Bikin logo, kemasan, sampai tata letak konten Instagram-nya.

  3. Ikut Challenge di Media Sosial: Coba ikutan tantangan kayak 36 Days of Type, Daily UI, atau Inktober. Selain melatih konsistensi, lo juga bisa sekalian networking sama desainer lain!

Baca Juga  Membuat Brand Board Satu Halaman yang Memudahkan Klien

 

Penulis : Adellia smk sudj