Gubuku – Mungkin namanya terdengar berat dan mirip mata kuliah 4 SKS, tapi konsep ini sebenarnya game changer banget buat masa depan dunia desain dan kompas empati Gen Z!
Apa Sih Tactile Braille Hybrid Typography Itu?
Singkatnya, ini adalah penggabungan antara huruf visual (yang biasa kita baca) dan titik Braille (yang dibaca lewat rabaan) dalam satu elemen desain yang sama.
Biasanya, huruf Braille ditaruh terpisah di pojok bawah atau bahkan tidak ada sama sekali. Nah, teknologi hybrid typography memadukan keduanya secara estetis. Jadi, huruf yang kamu lihat dengan mata juga merupakan tekstur timbul yang bisa dibaca oleh teman-teman Tunanetra melalui rabaan (tactile).
Alasan Kenapa Ini Penting Banget Buat Gen Z
Gen Z dikenal sebagai generasi yang paling peduli soal social justice, keberagaman, dan inklusivitas. Kenapa inovasi desain ini wajib masuk radar kamu?
-
Inklusivitas Tanpa Batas (Design for All) Selama ini, ruang publik dan produk fisik sering dipisah antara “desain untuk orang awas” dan “fitur untuk difabel”. Hybrid typography mendobrak batasan itu. Semua orang bisa menikmati media yang sama tanpa ada yang merasa terpinggirkan.
-
Estetika Keren yang Punya Makna (Aesthetic with Purpose) Desain bukan sekadar bikin visual yang aesthetic di Instagram atau TikTok. Integrasi titik Braille ke dalam pola tipografi menciptakan tekstur visual baru yang unik, futuristik, dan punya fungsi nyata.
-
Pengalaman Sensorik Baru (Multisensory Experience) Dunia Gen Z sudah terlalu jenuh dengan layar HP yang datar (smooth screen). Desain taktil memberikan dimensi baru—kita diajak meraba, merasakan tekstur, dan berinteraksi secara fisik dengan kemasan produk, poster, atau karya seni.
-
penulis;bungasmksudj




Leave a Reply