Gubuku – Pernah gak sih lo dapet tawaran freelance atau proyekan desain dengan bayaran lumayan, tapi pas denger brief-nya, hati kecil lo langsung teriak “Waduh, gak bener nih!”?
Mulai dari disuruh bikin desain produk judi online, manipulasi gambar penipuan, nge-plagiat karya desainer lain bulat-bulat, sampai konten yang nyebar ujaran kebencian. Di satu sisi lo butuh cuan, tapi di sisi lain, idealisme dan moral lo rasanya kayak dikocok-kocok.
Dilema kayak gini wajar banget dialami, terutama buat desainer Gen Z yang makin peduli sama isu sosial dan nilai-nilai etika.
Ingat ya, menolak proyek yang gak beretika itu bukan berarti lo belagu atau gak profesional. Justru, itu bukti kalau lo punya boundaries dan integritas tinggi. Biar gak canggung atau bikin hubungan bisnis rusak, berikut adalah cara desainer grafis menolak proyek yang bertentangan dengan etika!
1. Kenali “Red Flag” & Buat Kode Etik Pribadi
Sebelum lo ngadepin klien, lo harus jelas dulu sama standar moral lo sendiri. Buat batasan tegas tentang apa yang bisa lo toleransi dan apa yang enggak.
Beberapa contoh proyek yang bertentangan dengan etika desainer:
-
Plagiarisme: Disuruh meniru karya orang lain 100% tanpa modifikasi.
-
Misinformasi & Penipuan: Bikin desain kemasan atau brosur dengan klaim palsu yang menyesatkan konsumen.
-
Isu Sensitif: Konten yang mempromosikan SARA, perundungan (bullying), judi online, atau produk ilegal.
-
Eksploitasi Hak Cipta: Klien minta pakai aset (font/foto) bajakan tanpa lisensi resmi.
2. Jangan Menunda, Berikan Jawaban Secepatnya
Kalau dari awal brief lo udah kerasa red flag, jangan biarkan klien nunggu kelamaan cuma karena lo bingung nyari alasan. Makin lama lo gantung, makin susah nantinya buat nolak.
Beri tahu keputusan lo secepat mungkin biar mereka bisa nyari desainer lain dan lo juga bisa fokus ke proyek lain yang lebih bermanfaat buat portofolio lo.
3. Pakai Formula “Formil & Sopan” Tanpa Menggurui
Pas nolak, gak perlu penceramahi klien atau nakut-nakutin mereka soal dosa/hukum. Itu cuma bakal memicu drama atau perdebatan di media sosial. Tolak dengan alasan profesional yang berfokus pada ketidakcocokan nilai kerja (value misaligned).
Contoh Script Balasan Email/WA:
“Halo [Nama Klien], terima kasih atas tawaran proyeknya! Setelah saya pelajari brief dan konsepnya, mohon maaf saat ini saya belum bisa mengambil proyek ini karena fokus dan nilai (value) kerja saya belum sejalan dengan arah proyek tersebut. Semoga sukses untuk proyeknya ya!”
4. Gunakan Alasan “Kapasitas & Jadwal Penuh” (Opsi Paling Aman)
Kalau lo merasa canggung buat jujur soal alasan etika, lo bisa pakai alasan kapasitas kerja yang lagi penuh alias fully booked. Ini adalah alasan paling umum, aman, dan sangat profesional di dunia freelance.
Contoh Script:
“Halo [Nama Klien], terima kasih sudah menghubungi saya. Sayangnya, jadwal kerja saya untuk beberapa waktu ke depan sedang fully booked dan tidak memungkinkan untuk mengambil proyek baru. Terima kasih banyak atas pengertiannya!”
5. Tetap Berpegang Pada Prinsip, Cuan BIsa Dicari Lagi!
Banyak desainer pemula takut nolak proyek karena pusing mikirin “Gimana kalau nanti gak dapet proyekan lagi?” atau kena Fear of Missing Out (FOMO) sama uangnya.
Percayalah, reputasi dan kedamaian pikiran (peace of mind) itu harganya jauh lebih mahal. Sekali nama lo terseret dalam proyek ilegal atau penipuan, bakal susah banget buat membersihkan reputasi lo di industri kreatif.
penulis;bungasmksudj




Leave a Reply