Gubuku – Pernah gak sih lo lagi presentasi hasil desain ke klien atau atasan, terus dengan bangganya lo bilang: “Ini gue pakai font sans-serif dengan kerning yang rapat, ditambah efek drop shadow dan bleed 3mm biar komposisinya bernapas.”
Terus ekspresi klien lo? Langsung blank, dahi berkerut, dan berakhir bilang: “Anu… mas/mbak, pokoknya tolong bikin logonya lebih gede dan warnanya lebih nyala aja deh.”
Ouch! Momen kayak gitu emang sering banget terjadi. Banyak desainer grafis—terutama pemula—yang kejebak sama penggunaan istilah teknis (jargon) biar kelihatan pintar dan profesional. Padahal, kebiasaan ini malah bisa bikin komunikasi tersumbat, revisi makin banyak, dan klien auto-kabur!
Nah, biar alur kerja lo makin mulus dan klien makin nempel, simak alasan kenapa desainer grafis harus menghindari istilah teknis beserta trik mengatasinya di bawah ini!
1. Klien Itu Bayar Solusi Visual, Bukan Latihan Bahasa
Perlu diingat: klien datang ke lo karena mereka butuh bantuan, bukan karena mereka paham soal dunia desain. Bagi mereka, istilah kayak CMYK, Vector, DPI, atau Hierarchy itu ibarat bahasa asing yang gak ada artinya.
Kalau lo terus-terusan pakai istilah dewa, klien bakal merasa minder atau malah frustrasi. Tugas lo sebagai desainer adalah jadi penerjemah: mengubah masalah bisnis mereka yang rumit menjadi tampilan visual yang gampang dipahami.
2. Istilah Teknis Bikin Miskomunikasi & Revisi Tanpa Akhir
Coba bayangin skenario ini:
-
Lo bilang: “Gue kasih banyak negative space ya biar desainnya minimalis.”
-
Yang ditangkap klien: “Loh, kok desainnya sepi banget? Ini sepi berarti belum selesai kerjanya ya?”
Akhirnya? Klien minta ditambahin elemen ini-itu sampai desain lo berantakan. Miskomunikasi kayak gini terjadi cuma gara-gara perbedaan bahasa! Kalau dari awal lo jelasin fungsi negative space pakai bahasa awam, klien pasti bakal ngerti dan ngerasa desain lo smart.
3. Kamus “Bahasa Manusia” buat Desainer Grafis
Biar lo gak kebingungan pas ngobrol sama klien, coba tukar istilah-istilah teknis ini jadi bahasa yang lebih relatable:
| Istilah Teknis Desain ❌ | Bahasa Awam yang Mudah Dipahami ✅ |
| Kerning / Tracking | Jarak atau kerapatan antar huruf |
| Negative Space / White Space | Area kosong biar desain kelihatan lega & gak pusing |
| CMYK vs RGB | Format warna khusus cetak (CMYK) vs layar HP/laptop (RGB) |
| Typography Hierarchy | Urutan baca biar penonton tahu mana judul & isi utama |
| Vector / Raster | Gambar yang gak bakal pecah kalau dibesarkan (Vektor) |
| Bleed Area | Batas aman pemotongan kertas pas dicetak |
4. Trik Komunikasi Biar Klien Auto-Setuju (Tanpa Jargon)
Biar sesi presentation atau pitching lo makin lancar, coba terapkan 3 langkah simpel ini:
-
Fokus pada Hasil & Dampak (Benefit): Daripada bilang “Gue pakai palet warna komplementer”, mending bilang “Kombinasi warna ini bikin produk lo makin menonjol di media sosial dibanding kompetitor.”
-
Gunakan Analogi Sehari-hari: Susah jelasin konsep grid system? Bilang aja: “Ini ibarat fondasi rumah, biar tata letak teks dan gambarnya sejajar dan enak dilihat.”
-
Tunjukkan, Jangan Cuma Diomongin (Show, Don’t Tell): Kalau mau jelasin beda kertas Matte dan Glossy, mending langsung kasih contoh fisiknya atau visualisasinya daripada lo jelasin teori refleksinya.
penulis;bungasmksudj




Leave a Reply