Gubuku – Pengin bikin poster, konten Instagram, atau branding yang eyecatching tapi malah kelihatan berantakan? Masalahnya sering ada di pemilihan tipografi. Display font—jenis font dengan desain unik, eksentrik, atau tebal—memang ampuh menarik perhatian. Namun, kalau digunakan secara asal, visual desain kamu bakal terasa “sesak” dan sulit dibaca.
Agar hasil desain tetap estetis dan komunikatif, berikut panduan memadukan display font yang dominan secara tepat.
Aturan Main Memadukan Display Font
-
Pilih Satu “Star of the Show”: Hindari mengadu dua display font yang sama-sama mencolok dalam satu layout. Tentukan satu font sebagai fokus utama (biasanya untuk headline), lalu padukan dengan font yang lebih netral.
-
Gunakan Prinsip Kontras Extrem: Pasangkan display font yang ramai atau tebal dengan sans-serif atau serif yang simpel, bersih, dan bertubuh tipis (light/regular weight). Kontras ini memberi ruang bernapas bagi mata penikmat desain.
-
Jaga Hirarki Visual: Pastikan pembaca tahu teks mana yang harus dibaca terlebih dahulu. Atur ukuran (size), ketebalan (weight), dan posisi font agar struktur informasi jelas.
-
Batasi Jumlah Font: Cukup gunakan maksimal 2 hingga 3 jenis font dalam satu karya. Makin banyak font yang dipakai, makin tinggi risiko desain terlihat amatir.
Formula Kombinasi Font yang Pasti Aman
| Tipe Display Font | Pasangan Ideal | Contoh Penggunaan |
| Retro / Chunky / Y2K | Clean Sans-Serif (Inter, Helvetica, Montserrat) | Headline poster event dengan bodi teks yang minimalis. |
| Gothic / Y2K Metal | Geometric Sans-Serif atau Monospace | Desain streetwear atau cover album musik. |
| Elegant Serif / High-Fashion | Ultra-clean Minimalist Sans-Serif | Branding produk kecantikan atau konten lifestyle. |
| Handwritten / Script | Neutral Serif atau Sans-Serif | Kartu ucapan, quote sosial media, atau packaging. |
penulis;bungasmksudj




Leave a Reply