5 Plugin Figma Khusus Accessibility yang Bikin Otomatis

5 Plugin Figma Khusus Accessibility yang Bikin Otomatis

5 Plugin Figma Khusus Accessibility yang Bikin Otomatis

Gubuku – Pernah gak sih lo udah bikin desain UI/UX di Figma yang menurut lo estetik parah, warnanya match, dan layout-nya rapi… tapi begitu di-review senior atau klien, malah dikomentari: “Ini warnanya gak ramah buat orang buta warna,” atau “Teksnya kekecilan, gak ramah accessibility!”?

Jang! Rasanya pengen langsung close tab Figma, kan?

Di era sekarang, bikin desain yang cuma “cantik di mata kita” aja udah gak zaman. Desain modern wajib hukumnya menerapkan Accessibility (A11y)—artinya, desain lo harus gampang dibaca, dipahami, dan diakses oleh semua orang, termasuk teman-teman disabilitas atau penyandang gangguan penglihatan.

Biar lo gak pusing ngitung rasio kontras manual satu per satu,

1. Stark – “Swiss Army Knife”-nya Accessibility

Kalau ditanya plugin accessibility apa yang paling populer di Figma, jawabannya jelas Stark. Plugin ini ibarat paket komplit buat ngecek keramahan desain lo.

  • Fitur Otomatis Keren: Stark punya fitur Contrast Checker otomatis yang langsung kasih tahu apakah kombinasi warna teks dan background lo udah lolos standar WCAG (Web Content Accessibility Guidelines) atau belum.

  • Vision Simulator: Lo bisa simulasikan tampilan desain lo dalam sudut pandang orang yang mengalami berbagai tipe buta warna (Protanopia, Deuteranopia, dll).

  • Kenapa Wajib Install: Serba ada dan hemat waktu. Gak perlu buka banyak plugin terpisah!

2. A11y – Color Contrast Checker

Gak mau ribet dan cuma butuh fitur yang fokus ngecek kontras warna? A11y (dibaca Accessibility) adalah pilihan paling lite dan cepat.

  • Fitur Otomatis Keren: Cukup seleksi frame atau seluruh artboard yang mau lo cek, klik satu tombol, dan plugin ini bakal me-scan SEMUA elemen teks dan warna secara otomatis.

  • Sistem Peringatan: Kalau ada teks yang kontrasnya buruk, A11y bakal ngasih tanda merah dan ngasih saran pilihan warna baru yang langsung bisa lo terapkan hanya dengan sekali klik (slider).

Baca Juga  Bagaimana Membuat Template Instagram Story

3. Contrast – Cek Kontras Sambil Nge-desain (Real-Time!)

Beda dari plugin lain yang harus di-run dulu baru kelihatan hasilnya, Contrast bekerja secara real-time pas lo lagi milih warna.

  • Fitur Otomatis Keren: Saat lo klik elemen teks atau layer tertentu, Contrast bakal langsung nampilin skor rasio kontrasnya di panel kecil (misal: AAA atau AA).

  • Kenapa Gen Z Suka: Lo gak perlu nunggu selesai nge-desain baru ngecek. Dari awal bikin komponen, lo udah tahu warna itu aman atau enggak. Anti-kerja dua kali!

4. Able – Friction Free Accessibility

Mau komparasi kontras warna antar dua elemen dengan gampang? Able jawabannya. Plugin ini dirancang super simpel dan gak bikin lag aplikasi Figma lo.

  • Fitur Otomatis Keren: Saat lo memilih (select) dua layer berdekatan di Figma, Able secara otomatis akan membandingkan kontras warna kedua layer tersebut dan menampilkan simulasinya secara live.

  • Nilai Plus: Plugin ini juga menyertakan fitur simulasi buta warna secara langsung saat lo membandingkan dua elemen.

5. Colorblind – Tampilkan Semua Jenis Buta Warna Sekaligus

Kepikiran gak, gimana tampilan dashboard atau aplikasi buatan lo di mata orang dengan berbagai jenis gangguan penglihatan warna? Colorblind bakal menjawab rasa penasaran lo secara instan.

  • Fitur Otomatis Keren: Pilih satu frame desain lo, lalu jalankan plugin ini. Colorblind akan otomatis men-duplikasi frame tersebut menjadi 8 versi yang berbeda sesuai jenis tipe buta warna (seperti Protanopia, Tritanopia, hingga Achromatopsia).

  • Kenapa Penting: Lo bisa langsung pamerin hasil simulasi ini ke klien atau tim produk buat membuktikan kalau sistem warna (color palette) yang lo pilih emang inklusif.

Kenapa Gen Z UI/UX Designer Wajib Peduli Accessibility?

Alasan Utama Dampaknya Buat Karier Lo
Standar Industri Global Perusahaan internasional wajib punya produk ramah A11y. Paham plugin ini bikin nilai jual lo di CV meroket!
Efisiensi Waktu Pakai plugin otomatis = memangkas waktu revisi berkali-kali dari tim developer.
Empathy-Driven Design Menunjukkan kalau lo bukan cuma desainer yang jago visual, tapi juga peduli sama kenyamanan semua audiens.
Baca Juga  Peran Desainer dalam Mengawasi Proses Color Proofing

penulis;bungasmksudj