Gubuku – Pernah enggak sih kamu buka aplikasi baru, terus baru scrolling 3 detik langsung kerasa bingung mau pencet apa, tombolnya kekecilan, plus warnanya bikin mata sakit? Akhirnya? Langsung uninstall tanpa pikir panjang!
Nah, di balik aplikasi yang enak dipandang dan mulus saat dipakai, ada racikan User Interface (UI) Design yang matang. Buat Gen Z yang mau nyemplung jadi UI/UX Designer, bikin creative agency, atau sekadar pengin bikin proyek aplikasi sendiri, yuk simak cara merancang UI yang estetik, modern, dan tentunya ramah pengguna!
Apa Sih UI Design Itu Sebenarnya?
Gampangnya, User Interface (UI) adalah tampilan visual dari sebuah aplikasi atau website yang jadi tempat berinteraksinya pengguna. Mulai dari tata letak (layout), warna, font, bentuk tombol, hingga ikon—semua itu masuk dalam ranah UI. Kalau UX (User Experience) fokus ke “rasa dan kemudahan”, maka UI fokus ke “tampilan dan keindahan visualnya”.
Langkah Mudah Merancang UI yang Catchy & Inklusif
1. Pahami Pengguna Dulu (Research & Vibe Check) Sebelum corat-coret di Figma, pahami dulu siapa yang bakal pakai aplikasimu. Kalau targetnya Gen Z, desain visual yang clean, modern, dan minim teks panjang biasanya lebih disukai daripada tampilan yang terlalu kaku dan padat.
2. Bikin Wireframe (Sketsa Layout Kasar) Jangan langsung lompat ke pemilihan warna! Bikin kerangka kasar (wireframe) hitam-putih dulu untuk menentukan posisi tombol, gambar, dan teks. Ini ngebantu kamu fokus ke struktur dasar tanpa terdistraksi sama warna.
3. Tentukan Design System (Warna & Tipografi) Design system adalah kunci biar tampilan aplikasimu konsisten di setiap halaman.
-
Warna: Pilih warna utama (primary color) yang mencerminkan brand. Pastikan rasio kontras warna teks dan background aman (lolos standar aksesibilitas WCAG) biar enggak bikin mata capek!
-
Tipografi: Gunakan maksimal 2 jenis font saja. Atur hierarki tulisan (Judul Besar, Sub-judul, Teks Utama) biar mudah dibaca (scannable).
4. Buat Elemen UI yang Interaktif Pastikan setiap elemen visual memberi sinyal jelas. Tombol (button) harus kelihatan seperti bisa dipencet, ikon harus mudah dipahami maknanya tanpa perlu dijelaskan panjang lebar, dan berikan respon visual (seperti efek warna berubah) saat tombol diklik.
5. Bikin Prototype & Testing Hubungkan layar-layar desainmu jadi prototype yang bisa diklik layaknya aplikasi asli. Minta teman atau pengguna lain buat nyoba. Kalau mereka masih kebingungan pas navigasi, artinya desainmu butuh sedikit pembenahan.
3 Rules Wajib UI Design Modern
-
Keep It Simple (Minimalis): Less is more! Jangan menumpuk semua informasi dalam satu layar. Gunakan ruang kosong (white space) biar desain terasa nafas dan lega.
-
Inklusif & Aksesibel: Desain yang keren adalah desain yang bisa dipakai semua orang, termasuk mereka yang punya keterbatasan visual.
-
Konsisten: Bentuk tombol di halaman depan harus sama dengan bentuk tombol di halaman profil. Konsistensi bikin pengguna cepat familier sama aplikasimu.
penulis;bungasmksudj



Leave a Reply