Gubuku –
Cara Mengadakan Internal Design Hackathon untuk Memunculkan Ide-Ide Fresh!
Pernah gak sih tim desain atau tim kreatif di kantor lo ngerasa stuck, bosan sama rutinitas harian, atau cuma ngerjain revisi yang itu-itu aja? Ujung-ujungnya, ide yang keluar jadi kurang spicy dan gitu-gitu doang.
Nah, salah satu rahasia perusahaan-perusahaan teknologi kelas dunia buat memancing inovasi secara kilat adalah dengan ngadain Internal Design Hackathon!
Eits, jangan pusing duluan dengar kata “Hackathon”. Ini bukan cuma buat anak coding atau programmer kok. Design Hackathon itu ibarat festival maraton ide, di mana tim lo ditantang buat bikin konsep visual, solusi UI/UX, atau inovasi produk baru dalam waktu yang singkat dan seru!
Penasaran gimana cara bikin agendanya biar gak garing dan beneran ngasilin ide fresh? Yuk, intip panduan lengkapnya di bawah ini!
1. Tentukan “Core Mission” alias Tema yang Jelas
Walaupun konsepnya seru-seruan, hackathon tetap butuh arah biar gak melenceng jauh. Tentukan satu masalah utama yang pengen diselesaiin.
-
Contoh Tema: “Gimana cara bikin tampilan aplikasi kita jadi lebih ramah Gen Z dalam 24 jam?” atau “Re-design fitur checkout biar pengguna gak abandoned cart.”
-
Pro Tip: Buat fokus masalahnya cukup spesifik, tapi kasih ruang kebebasan yang luas buat eksplorasi ide visual mereka.
2. Bikin Tim “Cross-Functional” (Jangan Cuma Anak Desain!)
Biar idenya bener-bener out of the box, acak anggota timnya! Jangan gabungin desainer senior sama desainer senior aja.
Coba silangkan anggota tim dari berbagai divisi:
-
1 UI/UX Designer (Buat visual & alur)
-
1 Copywriter/Content Strategist (Buat narasi & pesan)
-
1 Product Manager / Marketer (Buat kacamata bisnis)
Kombinasi perspektif yang beda-beda ini dijamin bikin solusi yang dihasilkan gak cuma estetik, tapi juga masuk akal buat dieksekusi secara bisnis.
3. Atur Timeframe yang Ketat tapi Fun
Kunci dari hackathon adalah adrenalin dan efisiensi. Kalau dikasih waktu berminggu-minggu, namanya bukan hackathon, tapi proyek biasa!
-
Durasi Ideal: 1 sampai 2 hari (24 – 48 jam).
-
Susun Agendanya:
-
Sesi 1: Brainstorming & Research (2 jam)
-
Sesi 2: Rapid Prototyping/Designing (4-6 jam)
-
Sesi 3: Pitching & Demo Day (2 jam)
-
Gunakan metode timer yang kelihatan di layar biar semua tim bisa ngatur ritme kerja mereka tanpa overthinking.
4. Sediakan “Bahan Bakar” & Vibes yang Mendukung
Biarpun dikejar waktu, suasana hackathon wajib bikin happy! Jangan sampai berasa kayak lagi dihukum lembur sama bos.
-
Makanan & Camilan Unlimitted: Sediakan kopi, boba, snack, dan makanan berat yang bergizi biar energi mereka gak drop.
-
Playlist Musik Ciamik: Putar musik Lofi, EDM, atau Synthwave yang bisa bikin fokus sekaligus ningkatin mood kerja.
-
Peralatan Lengkap: Siapkan papan tulis, sticky notes warna-warni, sampai software kolaborasi online kayak Figma atau Miro.
5. Buat Sesi Pitching ala “Shark Tank” & Hadiah yang Bikin Ngiler
Di sesi akhir, tiap tim dikasih waktu 3-5 menit buat mempresentasikan ide mereka di depan juri (bisa manajemen atau kepemimpinan perusahaan).
Biar pada makin semangat all-out, kasih apresiasi dan reward yang menarik:
-
Hadiah Utama: Uang tunai, gadget kekinian, atau extra paid leave (vokasi/cuti tambahan).
-
Penghargaan Unik: Bikin kategori lucu kayak “Desain Paling Absurd tapi Genius” atau “Pitching Paling Lucu”.
-
Komitmen Eksekusi: Ini yang paling penting! Janjikan bahwa ide pemenang beneran bakal diimplementasikan ke proyek nyata perusahaan.
Kenapa Internal Hackathon Itu “Worth It” Banget?
| Proyek Biasa đ˘ | Internal Design Hackathon đ |
| Butuh waktu berbulan-bulan buat bikin konsep | Ide matang lahir hanya dalam 24-48 jam |
| Terlalu banyak hirarki dan proses persetujuan | Bebas bereksperimen tanpa rasa takut salah |
| Komunikasi antar divisi sering canggung | Team bonding makin erat dan sololid |
penulis : nur aliza – smk setih setio 2



Leave a Reply