Gubuku –
Di era serba digital dan serba presisi ini, lo ngerasa gak sih kalau hal-hal yang berbau vintage, analog, atau imperfect justru kelihatan jauh lebih estetik? Mulai dari kamera analog, kaset pita, sampai tren baju thrifting era 90-an.
Nah, di dunia desain grafis dan cetak-mencetak, ada satu teknik cetak retro yang lagi hype banget di kalangan ilustrator, desainer, dan seniman independen: Risograph Printing (sering disebut Riso).
Meski mesinnya udah ada dari puluhan tahun lalu, cetakan Riso sekarang malah jadi simbol keren buat art print, zine, hingga poster indie. Mau tahu kenapa teknik ini bisa comeback dan digandrungi Gen Z? Yuk, kita bedah bareng-bareng!
Apa Sih Risograph Printing Itu?
Gampangnya, Risograph itu ibarat “perkawinan” antara mesin fotokopi digital dan teknik cetak saring (sablon). Mesin ini pertama kali diciptakan oleh Riso Kagaku Corporation di Jepang pada tahun 1980-an.
Awalnya, mesin ini dipakai di sekolah, kantor, atau gereja buat fotokopi dokumen dalam jumlah banyak secara cepat dan murah. Tapi karena warna tintanya unik dan hasilnya punya vibe seni yang khas, para kreator langsung “membajak” fungsi mesin ini buat bikin karya seni visual!
Gimana Cara Kerjanya? (Spoiler: Mirip Sablon!)
Berbeda sama printer inkjet atau laser di rumah lo yang langsung nyemprot warna sekaligus, Risograph bekerja layer per layer (lapis demi lapis):
-
Master Stencil: Mesin bakal ngebikin stencil (acuan cetak) dari bahan serat pisang/pohon berbasis beras untuk setiap lapisan warna.
-
Drum Tinta: Stencil dibungkus ke drum warna yang berisi tinta berbasis minyak kedelai (soy-based ink).
-
Proses Cetak: Kertas dilewatkan di bawah drum yang berputar. Kalau desain lo punya 3 warna, kertas lo harus dilewatkan ke mesin sebanyak 3 kali buat tiap warna beda!
Kenapa Risograph Printing Bikin Kreator Jatuh Cinta?
1. Hasil Cetak yang One of a Kind (Ketidaksempurnaan yang Estetik!)
Di Riso, misregistration (posisi warna yang sedikit geser) dan bercak tinta tebal-tipis itu hal yang wajar banget. Justru imperfection inilah yang bikin setiap lembar cetakan punya karakter unik dan gak bakal ada yang 100% sama persis!
2. Warna Neon & Vibrant yang Gak Ada di Printer Biasa
Printer biasa (CMYK) sering kali bikin warna desain lo kelihatan redup pas dicetak. Nah, Risograph punya pilihan warna khusus yang super pop-up! Lo bisa nyetak warna Fluorescent Pink, Bright Gold, Orange Neon, sampai Teal yang menyala banget di mata.
3. Ramah Lingkungan (Eco-Friendly)
Buat Gen Z yang peduli isu lingkungan, Risograph itu green flag banget!
-
Tintanya: Pakai bahan dasar minyak kedelai/beras (soy/rice-based ink), bukan bahan kimia sintetis keras.
-
Mesinnya: Super hemat energi karena gak menggunakan panas buat ngeringin tinta (cold process).
-
Kertasnya: Biasanya dipadukan sama kertas daur ulang atau uncoated paper.
4. Tekstur Grainy yang Nostalgik
Hasil semprotan tinta Riso ngasih tekstur dot-grid halus atau grain yang bikin desain lo kelihatan kayak koran tua atau komik klasik era 80-90an. Estetik parah buat pajangan kamar!
Cheat Sheet: Bedanya Risograph vs Cetak Biasa
| Fitur | Risograph Printing | Printer Digital / Offset Biasa |
| Proses Cetak | Lapis demi lapis (Layering) | Sekali cetak langsung jadi |
| Pilihan Warna | Warna khusus/spot color (ada warna neon!) | Standar CMYK |
| Karakter Hasil | Ada geseran warna, tekstur grainy & retro | Sangat presisi, tajam, & seragam |
| Kesan Visual | Artistik, limited edition, bernilai seni | Komersial, terstandar pabrik |
Penulis : Adellia smk sudj




Leave a Reply