Cara Bikin Client Onboarding Form Agar Brief Awal Langsung Jelas

Cara Bikin Client Onboarding Form Agar Brief Awal Langsung Jelas

Cara Bikin Client Onboarding Form Agar Brief Awal Langsung Jelas

Gubuku –

Pernah gak sih lo dapet proyekan freelance atau klien baru, terus pas ditanya “Mau konsep desain yang kayak gimana, Kak?”, jawabannya cuma:

“Terserah kamu deh yang bagus gimana, yang penting aesthetic dan kelihatan kekinian!”

Tapi pas desainnya udah jadi, reaksinya malah: “Duh, kok gini ya? Beda banget sama yang aku bayangin…” Auto pusing 7 keliling!

Masalah utama dari revisi tiada akhir biasanya bukan karena skill lo yang kurang oke, tapi karena brief awal yang gak jelas. Biar lo gak melihara stres dan kerja dua kali, senjata rahasia yang wajib lo punya adalah Client Onboarding Form!

Yuk, simak cara bikin form onboarding klien yang ampuh bikin brief awal langsung clear dari awal!

1. Kenapa Sih Client Onboarding Form Itu “Wajib Hukumnya”?

Bikin onboarding form itu bukan sekadar formalitas biar gaya-gayaan kayak agensi besar, ya. Ini alasannya:

  • Hemat Waktu & Energi: Lo gak perlu bolak-balik chat WhatsApp atau meeting berjam-jam cuma buat nanya hal dasar.

  • Kelihatan Lebih Profesional: Klien bakal respek karena lo punya sistem kerja yang rapi dan terstruktur.

  • Ekspektasi Terarah: Klien dipaksa buat mikirin apa yang sebenarnya mereka mau sebelum proyek dimulai.

2. Pilihan Tools Gratisan & Estetik Buat Bikin Form

Gak perlu bayar software mahal. Lo bisa pakai platform populer yang gampang dipakai dan responsive di HP:

  • Tally.so: Paling direkomendasikan! Tampilannya bersih, estetik, mirip Notion, dan fitur gratisnya melimpah banget.

  • Typeform: Tampilannya super smooth dan interaktif (satu pertanyaan per layar), tapi versi gratisnya agak terbatas.

  • Google Forms: Classic dan simpel! Gak ada batasan respons, cuma tampilannya agak standar.

  • Notion: Cocok kalau lo mau sekalian bikin client portal yang isinya roadmap proyek + form onboarding.

Baca Juga  Cara Menghitung Kebutuhan Kertas

3. Pertanyaan “Daging” yang Wajib Ada di Onboarding Form

Biar brief lo gak mengambang, ini daftar pertanyaan yang wajib lo masukin ke dalam form:

A. Informasi Dasar & Bisnis Klien

  1. Nama Brand & Website/Medsos: (Biarkan lo bisa stalking visual mereka sebelumnya).

  2. Apa produk/jasa utama yang dijual?:

  3. Siapa target audiensnya?: (Minta sebutin umur, gender, dan gaya hidup mereka).

B. Detail Proyek & Ekspektasi Visual

  1. Masalah apa yang mau diselesaikan lewat proyek ini?:

  2. Deskripsikan kepribadian brand dalam 3 kata: (Contoh: Minimalis, Elegan, Ceria).

  3. Sebutkan 2-3 kompetitor atau contoh desain yang disukai (Moodboard):

  4. Hal apa yang SANGAT TIDAK DISUKAI dari segi visual?: (Ini krusial banget biar lo gak salah arah!).

C. Logistik & “Aturan Main” Proyek

  1. Berapa deadline akhir proyek ini?:

  2. Siapa pengambil keputusan utama (decision maker)?: (Biar lo gak bingung kalau yang ngasih revisi beda-beda orang).

  3. Berapa alokasi budget untuk proyek ini?:

4. Bikin Pertanyaan dalam Bentuk Pilihan (Biar Klien Gak Mager)

Klien itu malas kalau disuruh ngetik panjang lebar kayak lagi bikin esai. Makanya, akalin dengan format Multiple Choice atau Scale.

Contoh: Bukannya nanya “Gimana gaya desain yang kamu mau?”, mending bikin pilihan visual:

  • [ ] Clean & Minimalist

  • [ ] Bold & Playful

  • [ ] Retro / Vintage

  • [ ] Luxury & Elegant

5. Trik “Bumi dan Langit”: Minta Klien Kirim Contoh “Do & Don’t”

Kadang kata “Bagus” menurut klien itu beda jauh sama kata “Bagus” menurut desainer.

Sediakan kolom upload file di form lo dan minta klien mengunggah:

  • 2 Gambar yang Mereka Suka: (Sebagai acuan vibes dan arah desain).

  • 2 Gambar yang Mereka Benci: (Sebagai acuan batasan apa yang harus lo hindari).

Baca Juga  Mengapa Brand Terkenal Lebih Memilih Wordmark Logo Dibandingkan Gunakan Simbol?

Trik simpel ini bakal memangkas potensi revisi sampai 80%!

penulis: Adellia smk sudj