Cara Menghitung Kebutuhan Kertas

Cara Menghitung Kebutuhan Kertas

Cara Menghitung Kebutuhan Kertas

Gubuku- Ini dia trik rahasia biar cetakan kamu gak boncos! Menghitung kebutuhan kertas plano emang sering bikin pusing, tapi kalau kamu tahu rumusnya, kamu bisa menghemat budget cetak sampai jutaan rupiah.

Yuk, kita bahas cara simpel menghitung kertas plano biar gak ada bahan yang terbuang sia-sia (zero waste energy!).

Kenapa Sih Harus Paham Ukuran Kertas Plano?

Bayangkan kamu lagi mau bikin zine, poster, atau cetak kemasan buat small business kamu. Kertas yang biasa disediakan oleh percetakan besar itu namanya kertas plano (kertas lembaran segede gaban sebelum dipotong-potong).

Kalau kamu asal tebak ukuran cetak tanpa menghitung plano-nya, sisa potongan kertasnya bakal banyak banget yang gak kepakai dan langsung masuk tempat sampah. Selain merusak bumi, itu sama aja kamu lagi “bakar duit”.

Rumus Simpel Menghitung Lembar Cetakan

Gak usah takut sama matematika, rumus ini jauh lebih gampang daripada rumus algoritma TikTok. Ada dua cara buat mencocokkan ukuran desain kamu ke kertas plano, yaitu Metode Searah dan Metode Bolak-balik (Silang).

1. Metode Searah (Potongan Lurus)

Metode ini dipakai kalau kamu memotong kertas dengan posisi yang sama (panjang ketemu panjang, lebar ketemu lebar).

Rumusnya:

(Panjang Plano ÷ Panjang Cetak) × (Lebar Plano ÷ Lebar Cetak) = Jumlah Potongan

Catatan: Hasil pembagian harus dibulatkan ke bawah, ya! Karena sisa koma itu artinya kertasnya gak utuh.

2. Metode Silang (Putar Posisi)

Kadang, kalau posisi kertasnya diputar (panjang ketemu lebar), kita bisa dapat jumlah potongan yang lebih banyak.

Rumusnya:

(Panjang Plano ÷ Lebar Cetak) × (Lebar Plano ÷ Panjang Cetak) = Jumlah Potongan

Langkah demi Langkah: Biar Gak Salah Potong!

Biar makin kebayang, yuk kita pakai simulasi nyata. Anggaplah kamu mau cetak poster ukuran A4 (21 x 29.7 cm) menggunakan kertas plano ukuran 65 x 100 cm.

Baca Juga  Rahasia Sukses Menjadi Desainer Grafis Percetakan Profesional

1.Cek Ukuran Plano & Desain:Langkah 1.

Pastikan kamu tahu ukuran kertas plano yang mau dibeli (misal: 65 x 100 cm) dan ukuran produk cetakmu (misal A4: 21 x 29.7 cm).

2.Hitung dengan Opsi A (Searah):Langkah 2.

Bagi panjang dengan panjang, lebar dengan lebar:

  • 100 cm ÷ 29.7 cm = 3.36 (dibulatkan kebawah jadi 3)

  • 65 cm ÷ 21 cm = 3.09 (dibulatkan kebawah jadi 3)

  • Total Opsi A: 3 × 3 = 9 lembar A4 per plano.

3.Hitung dengan Opsi B (Silang):Langkah 3.

Bagi silang (panjang ketemu lebar):

  • 100 cm ÷ 21 cm = 4.76 (dibulatkan kebawah jadi 4)

  • 65 cm ÷ 29.7 cm = 2.18 (dibulatkan kebawah jadi 2)

  • Total Opsi B: 4 × 2 = 8 lembar A4 per plano.

4.Pilih Hasil Terbanyak & Hitung Total Plano:Langkah 4.

Dari hitungan di atas, Opsi A lebih untung karena menghasilkan 9 lembar (hanya sisa sedikit waste). Kalau kamu butuh 900 lembar poster, kamu tinggal hitung: 900 ÷ 9 = 100 lembar kertas plano yang harus kamu beli.

 

3 Tips Tambahan Biar Makin Pro dan Hemat Cost

  • Kasih Space buat Jarak Potong (Bleed): Jangan pas-pasan banget! Kasih jarak sekitar 0.3 cm sampai 0.5 cm di tiap sisi desain kamu buat area potong mesin (pisau pond/cutting). Jadi, masukin angka bleed ini saat menghitung ukuran cetak, ya.

  • Konsultasi sama Orang Percetakan: Ukuran plano itu beda-beda tergantung jenis kertasnya (Art Paper, Ivory, HVS punya standar plano yang berbeda seperti 61×92 cm, 65×100 cm, atau 79×109 cm). Selalu tanya size pastinya ke abang percetakannya dulu.

  • Manfaatkan Kertas Sisa (Waste): Kalau setelah dihitung ternyata masih ada sisa potongan kertas plano yang lumayan besar, jangan dibuang! Kamu bisa pakai sisa space itu buat cetak thank you card, stiker, atau kartu nama gratisan. Smart printing, smart budget!

Baca Juga  Meningkatkan Produktivitas Desainmu Hingga 40%?

Sekarang kamu udah tahu rahasianya, kan? Gak ada lagi cerita ketipu atau rugi bandar gara-gara salah beli ukuran kertas. Selamat mencoba dan yuk bikin proyek cetak kamu jadi lebih ramah lingkungan dan ramah dompet!

penulis : pebrian – SMKN 6 BUNGO