Seni Merancang Custom Vector Icons Khusus untuk Dashboard

Seni Merancang Custom Vector Icons Khusus untuk Dashboard

Gubuku – 1. Gunakan Pixel Grid & Bounding Box

Selalu mulai dengan grid standar (misalnya $24 \times 24$ px atau $32 \times 32$ px) di software vektor favorit kamu seperti Figma atau Adobe Illustrator. Grid menjaga agar ikon tetap tajam saat di-skala ke ukuran kecil dan gak kelihatan pecah atau kabur (blurry).

2. Pertahankan Konsistensi Ketebalan Garis (Stroke Weight)

Tentukan aturan dasar dari awal. Kalau kamu pakai ketebalan garis $2\text{px}$, gunakan angka tersebut untuk seluruh koleksi ikon. Konsistensi ini yang bikin visual dashboard kelihatan rapi dan menyatu (cohesive).

3. Utamakan Kejelasan Makna (Clarity over Complexity)

Semakin rumit detail ikon kamu, semakin susah dibaca pas ukurannya mengecil di dashboard. Hindari detail visual berlebihan. Gunakan bentuk-bentuk geometris dasar (lingkaran, persegi, segitiga) yang disederhanakan.

4. Perhatikan Hierarchy & State (Aktif vs Non-Aktif)

Ikon di dashboard bersifat interaktif. Bikin dua versi ikon untuk user interface:

  • Outline (Garis Luar): Untuk menu yang sedang tidak dipilih (default state).

  • Solid/Filled (Isi Penuh): Untuk menu yang sedang di-klik atau aktif (active state).

Alur Kerja Ringkas dari Sketsa ke Dashboard

  1. Riset & Ideasi: Pahami data apa yang diwakili ikon tersebut.

  2. Sketsa Cepat: Coret-coret konsep di kertas buat nemuin bentuk dasar yang paling intuitif.

  3. Vektorisasi di Figma/Illustrator: Ubah sketsa jadi vektor presisi menggunakan pen tool atau kombinasi shape builder.

  4. Testing di Tampilan Dashboard: Tempelkan ikon di mockup dashboard. Cek apakah warnanya kontras, ukuran pas, dan gampang dikenali dalam sekali lihat.

 

Penulis : Adellia SMK SUDJ

Baca Juga  Tips Mengurasi Portofolio Cetak Fisik