Gubuku – Pernah nggak sih, lagi scrolling katalog toko online mau cari baju atau gadget, tapi malah tutup aplikasinya gara-gara pusing kebanyakan pilihan? Kalau pernah, kamu lagi ngalamin yang namanya decision fatigue alias kelelahan mengambil keputusan.
1. Terapkan “F-Shape” dan “Z-Shape” Scanning Pattern Orang jarang membaca katalog digital kata per kata. Menurut riset visual, mata manusia cenderung membaca dengan pola huruf F atau Z.
-
Letakkan informasi paling krusial (foto produk utama atau diskon terbesar) di pojok kiri atas.
-
Susun alur visual dari kiri ke kanan, lalu turun ke bawah secara natural biar mata nggak capai.
2. Batasi Pilihan di Satu Tampilan (Rule of 3) Prinsip less is more itu nyata. Jangan pernah numpuk 10 produk sekaligus dalam satu frame atau slide.
-
Gunakan maksimal 3–4 produk unggulan per baris atau per slide.
-
Buat kategori yang jelas. Kalau punya 50 produk, bagi jadi beberapa kategori simpel daripada digabung di satu halaman utama.
3. Tingkatkan White Space (Beri Nafas pada Layout) White space alias area kosong bukan ruang sia-sia, melainkan ruang bernafas buat mata audiens.
-
Berikan jarak (padding) yang cukup antar foto produk, teks, dan tombol.
-
Desain yang terkesan ‘berisik’ dan penuh sesak bikin otak bekerja lebih keras, yang akhirnya memicu decision fatigue.
4. Bikin Call to Action (CTA) yang Nggak Bikin Bingung Jangan kasih terlalu banyak tombol dengan warna mencolok yang sama. Pilih satu fokus utama di setiap halaman.
-
Salah: Ada tombol “Beli Sekarang”, “Tambah Keranjang”, “Chat Admin”, dan “Lihat Detail” dengan ukuran dan warna yang sama-sama ngejreng.
-
Benar: Pakai satu warna kontras menonjol khusus untuk tombol “Beli Sekarang”, sedangkan opsi lain gunakan warna netral atau teks biasa.
Penulis kiki dari smkn 9 bungo




Leave a Reply