Cara Merancang Visual Guidelines untuk Sistemg

Cara Merancang Visual Guidelines untuk Sistemg

Gubuku – 1. Tentukan Brand Personality & Moodboard Sebelum masuk ke hal teknis, tentukan dulu “kepribadian” dari sistem kamu. Apakah pengin kelihatan playful, futuristik, minimalis, atau edgy? Kumpulkan referensi visual di Pinterest atau Arena untuk bikin moodboard sebagai kompas utama.

2. Kunci Palette Warna (Primary & Secondary) Jangan asal comot warna! Pilih 1–2 warna utama (primary colors), warna pendukung (secondary), serta warna status (merah untuk error, hijau untuk sukses). Tips penting: Pastikan kombinasi warna teks dan background kamu memenuhi standar kontras agar nyaman dibaca.

3. Pilih Typography yang Jelas dan Terbaca Pilih maksimal 2 font family (satu untuk heading, satu untuk body text). Tentukan juga hirarki ukurannya (H1, H2, H3, hingga Body Text). Pastikan font yang kamu pilih punya lisensi yang jelas dan konsisten dipakai di semua platform.

4. Buat Komponen UI Dasar (UI Kit) Buat aturan untuk elemen-elemen yang bakal sering dipakai berulang kali dalam sistem:

  • Tombol (Buttons): Bentuk saat aktif, di-hover, atau non-aktif.

  • Ikon (Iconography): Pilih gaya ikon yang seragam (misal: line art atau solid).

  • Spacing & Grid: Tentukan jarak antar elemen biar tata letak terlihat rapi dan tidak berantakan.

5. Dokumentasikan di Platform Digital Jangan cuma simpan di PDF yang bakal terselip di folder laptop. Dokumentasikan guidelines kamu di platform interaktif seperti Figma, Zeroheight, atau Notion. Ini memudahkan seluruh tim buat akses dan update kapan saja.

Kenapa Ini Krusial Banget Buat Kamu?

Bikin Visual Guidelines di awal memang butuh usaha ekstra, tapi keuntungannya berlipat ganda:

  • Hemat Waktu: Gak perlu mikir dari nol tiap kali mau bikin komponen baru.

  • Konsistensi Visual: Bikin pengguna makin percaya karena tampilan sistem terlihat solid dan profesional.

  • Memudahkan Kolaborasi: Kalau ada tim baru yang bergabung, mereka tinggal baca panduan tanpa perlu banyak bertanya.

Baca Juga  Mengapa Doodle Art Style Efektif untuk Brand Anak?

 

 

Penulis : Adellia SMK SUDJ