Cara Merancang Financial Dashboard Graphics yang Mudah

Cara Merancang Financial Dashboard Graphics yang Mudah

Cara Merancang Financial Dashboard Graphics yang Mudah

Gubuku – Sering pusing lihat spreadsheet berisi ribuan angka yang bikin mata sepet? Buat Gen Z yang serba cepat, mantau keuangan—baik itu budget bulanan pribadi, bisnis sampingan (side hustle), atau keuangan divisi kantor—harusnya enggak memakan waktu lama. Solution: Financial Dashboard.

Dashboard keuangan yang efektif bukan tentang seberapa ramai grafik atau seberapa aesthetic warna yang kamu pakai, tapi seberapa cepat kamu bisa paham kondisi keuangan cuma dalam sekali lirik (5-second rule).

Biar dashboard kamu enggak cuma gaya-gayaan tapi beneran fungsional, ikuti langkah praktis berikut.

1. Tentukan “KTI” (Key Things to Inspect) Jangan semua data kamu masukin. Pilihlah 3–5 indikator utama yang paling krusial.

  • Keuangan Pribadi/Side Hustle: Total Pemasukan, Total Pengeluaran, Net Saving, dan Rasio Tabungan.

  • Bisnis/Proyek: Revenue, Profit Margin, Cash Flow, dan Top Expense.

2. Pilih Jenis Grafik yang Pas (Jangan Salah Pilih!) Salah pilih bentuk grafik bikin data jadi makin ribet dibaca. Cocokkan visual dengan jenis datanya:

Jenis Data Grafik Terbaik Alasan
Tren dari waktu ke waktu Line Chart Mudah melihat kenaikan/penurunan bulanan.
Perbandingan kategori Bar / Column Chart Membandingkan pos pengeluaran dengan jelas.
Proporsi / Komposisi Donut Chart Lebih rapi dibanding Pie Chart biasa.
Angka Utama / Total Metric Card (Big Number) Langsung to the point tanpa perlu mikir.

3. Terapkan Formula Warna 60-30-10 Warna yang terlalu ramai bikin visual cluttered. Gunakan palet warna yang bersih:

  • 60% Warna Netral: Putih, abu-abu muda, atau dark mode sebagai background.

  • 30% Warna Utama: Biru atau navy untuk elemen grafik standar.

  • 10% Warna Aksen: Merah (untuk warning/pengeluaran membengkak) dan Hijau (untuk profit/target tercapai).

Baca Juga  Desain Story Instagram agar Lebih Menarik

Penulis kiki dari smkn 9 bungo