7 Hal Penting yang Harus Ada Dalam Design Handover Document

7 Hal Penting yang Harus Ada Dalam Design Handover Document

7 Hal Penting yang Harus Ada Dalam Design Handover Document

Gubuku – Moment ketika desain lo udah di-approve sama klien atau product manager itu emang rasanya lega banget. Tapi tunggu dulu, perjuangan lo belum selesai, bestie! Masih ada satu tahap krusial yang menentukan apakah desain lo bakal terwujud dengan indah atau malah jadi “bencana visual” pas di-koding: Design Handover.

Buat lo yang belum tahu, design handover adalah proses penyerahan berkas desain dari desainer ke tim developer (programmer). Nah, biar kodingan developer presisi presisi sesuai ekspektasi lo—dan lo gak diteror chat “Mas/Mbak, ini ukurannya berapa ya?” jam 2 pagi—lo wajib bikin Design Handover Document yang rapi.

Biar gak bingung, ini dia 7 hal penting yang wajib ada di dalam dokumen handover desain lo!

1. Flow & User Journey yang Jelas

Jangan biarkan developer menebak-nebak jalan pikiran lo. Buat alur (flow) antar layar dengan garis petunjuk atau nomor urut yang jelas.

  • Tunjukkan apa yang terjadi saat tombol diklik.

  • Ke mana pengguna bakal diarahkan setelah login atau transaksi berhasil?

  • Gunakan tools kayak Figma atau FigJam buat bikin peta user flow yang gampang dibaca tanpa perlu banyak mikir.

2. Design System & Component Library

Ini adalah “kitab suci” visual lo. Kumpulkan semua elemen dasar yang lo pakai dalam satu area atau halaman khusus.

  • Color Palette: Cantumkan kode hex warna (contoh: #FF5733) lengkap dengan nama fungsi fungsinya (Primary, Secondary, Background, Error).

  • Typography: Sebutkan jenis font, font size, line height, dan font weight (Bold, Medium, Regular).

  • UI Components: Tampilkan bentuk button, input field, card, hingga icon yang lo gunakan.

3. Komponen Multi-State (Jangan Cuma Tampilan Ideal!)

Banyak desainer pemula cuma bikin tampilan pas aplikasinya penuh data (happy path). Padahal, dunia nyata gak selamanya seideal itu, guys!

Baca Juga  Cara Mengatasi Rasa Mindu (Imposter Syndrome) bagi Desainer

Pastikan lo menyiapkan tampilan untuk berbagai state:

  • Default State: Tampilan normal.

  • Hover / Pressed State: Tampilan saat tombol disentuh/diklik.

  • Empty State: Tampilan kalau belum ada data (misal: keranjang belanjaan kosong).

  • Error State: Tampilan kalau koneksi terputus atau salah ketik password.

  • Loading State: Tampilan skeleton atau spinner pas data lagi diisi.

4. Layout, Spacing, dan Grid System

Biar developer gak pakai ilmu “firasat” pas ngatur jarak, berikan aturan spacing dan grid yang konsisten.

  • Tentukan skala spacing yang lo pakai (misal: kelipatan 4px atau 8px).

  • Beri tanda padding (jarak dalam) dan margin (jarak luar) pada elemen-elemen penting.

  • Sebutkan aturan responsive design: gimana tampilan desain lo pas dibuka di HP ukuran kecil, tablet, sampai layar monitor desktop yang lebar.

5. Asset yang Siap Di-Export

Jangan bikin developer kerja dua kali buat crop gambar atau icon satu per satu dari file lo.

  • Pastikan semua icon sudah berbentuk vector/SVG biar gak pecah pas di-zoom.

  • Foto atau ilustrasi harus siap di-export dalam format yang sesuai (PNG/JPEG/WebP) dengan variasi ukuran (1x, 2x, 3x).

  • Gunakan penamaan file (naming convention) yang rapi dan konsisten, misalnya: ic_search_active.svg atau img_hero_banner.png.

6. Aksesibilitas (Accessibility Guidelines)

Desain yang keren itu desain yang bisa diakses sama siapa saja, termasuk pengguna yang punya keterbatasan visual.

  • Contrast Ratio: Pastikan warna teks di atas latar belakang punya kontras yang cukup biar gak samar dan susah dibaca.

  • Touch Target Size: Untuk tampilan mobile, pastikan ukuran tombol minimal 44×44 px biar gak kesusahan pas dipencet pakai jempol.

7. Catatan Tambahan & Dokumentasi Interaksi (Micro-interactions)

Banyak hal dalam desain yang gak bisa cuma kelihatan dari gambar diam (static frame). Di sinilah lo butuh Anatomi & Notes.

  • Tuliskan durasi dan tipe animasi (misal: “Fade in 0.3s Ease-in-out”).

  • Jelaskan logika bisnis dasar, misalnya: “Field nomor telepon cuma bisa diisi angka maksimal 13 digit.”

  • Manfaatkan fitur Widget Sticky Notes di Figma buat nempel petunjuk langsung di samping layar yang bersangkutan.

    penulis;bungasmksudj

Baca Juga  Cara Membuat Timeline di Canva