Gubuku – Seni Merancang Tipografi Berbasis Data: Rahasia Bikin Teks Gak Cuma Estetik, Tapi Juga Menjual!
Pernah gak kamu lagi scrolling di media sosial atau aplikasi toko online, terus ada satu judul artikel atau iklan yang mendadak bikin jari kamu berhenti dan langsung nge-klik? Padahal gambarnya biasa aja, tapi gaya teksnya kerasa pas banget di mata.
Nah, itu bukan kebetulan atau keajaiban semata. Di balik pilihan jenis huruf (font), ukuran, sampai jarak antar kata yang bikin kamu ketagihan baca, ada strategi canggih yang namanya Tipografi Berbasis Data (Data-Driven Typography).
Buat kamu Gen Z yang berkecimpung di dunia content creation, UI/UX design, atau lagi ngebangun brand sendiri, yuk bedah gimana caranya memadukan seni desain teks dengan angka-angka ilmiah!
Apa Sih Tipografi Berbasis Data Itu?
Kalau dulu desainer memilih font cuma berdasarkan feeling—“Kayaknya font ini lucu deh” atau “Font ini kelihatan keren”—sekarang zamannya main data.
Tipografi Berbasis Data adalah proses merancang dan memilih gaya teks berdasarkan analisis perilaku pengguna (user behavior), pengujian (A/B testing), dan metrik kinerja visual. Jadi, setiap elemen teks yang dipakai punya alasan ilmiah di baliknya.
-
penulis;bungasmksudj



Leave a Reply