Gubuku – Di dunia percetakan, ada rahasia yang biasa dipakai para desainer profesional agar warna hitam terlihat sangat pekat, elegan, dan popping: racikan Rich Black (C:60 M:40 Y:40 K:100).
Perbedaan Utama: Rich Black vs Black Polos
| Fitur | Black Polos (K100) | Rich Black (C60 M40 Y40 K100) |
| Campuran Tinta | Hanya tinta Hitam (Key) | Tinta Hitam + Cyan, Magenta, Yellow |
| Tampilan Cetak | Abu-abu gelap / Hitam pudar | Hitam pekat, dalam, dan bold |
| Penggunaan Terbaik | Teks kecil, artikel, body text | Poster, background, judul besar |
| Risiko Cetak | Tidak ada risiko misfit | Teks kecil bisa berbayang (misregistration) |
Mengapa Rich Black Jauh Lebih Bagus untuk Background?
-
Efek Layering Tinta: Kertas menyerap tinta cetak. Jika hanya disiram satu layer tinta hitam (K100), kertas masih memantulkan cahaya dari balik tinta. Dengan menambahkan lapisan Cyan (60%), Magenta (40%), dan Yellow (40%), tinta menumpuk rapat sehingga menutup pantulan kertas secara sempurna.
-
Tampilan Visual Mewah: Warna hitam yang dihasilkan terasa dingin (cool black), tebal, dan memberikan kontras yang tajam ketika disandingkan dengan warna lain.
Kapan Harus Memakai Masing-Masing Warna?
-
Gunakan K100 (Black Polos) untuk:
-
Teks paragraf / body text ukuran kecil.
-
Garis-garis tipis (hairlines).
-
Nota atau dokumen teks biasa.
(Jika teks kecil diberi racikan Rich Black, sedikit saja pergeseran mesin cetak akan membuat tulisan tampak buram atau berbayang).
-
-
Gunakan C60 M40 Y40 K100 (Rich Black) untuk:




Leave a Reply