Gubuku – Siapa di sini yang kalau main game di PC atau konsol paling benci kalau navigasi menu utamanya ribet? Mau ganti setting-an grafik atau pilih mode play aja harus geser-geser kursor analog yang rasanya kayak memindahkan gunung—lambat dan gampang meleset.
Di era sekarang, banyak gamer Gen Z yang lebih milih rebahan sambil pegang gamepad (entah itu stik PS, Xbox, atau Switch) dibanding duduk tegak pegang keyboard dan mouse. Nah, buat lo yang lagi bikin proyek game atau belajar UI/UX game design, bikin tampilan menu yang controller-friendly itu hukumnya wajib!
Biar game buatan lo gak dibikin rage quit cuma gara-gara menu yang bikin emosi, yuk pelajari trik dan cara mendesain tampilan menu utama yang super nyaman dipake gamepad berikut ini!
1. Gunakan Grid & Focus State yang Jelas
Masalah paling sering di UI game indie adalah pemain gak tahu tombol mana yang lagi dipilih. Pas paka mouse, kita punya kursor. Tapi pas pakai controller, lo wajib punya Focus State yang pop-up!
-
Bikin Highlight yang Mencolok: Elemen yang lagi dipilih harus punya perbedaan visual yang kontras. Misalnya pake efek glow, border makin tebal, warna berubah terang, atau ukurannya membesar (scale up).
-
Sistem Grid yang Logis: Atur tombol menu secara vertikal atau horizontal yang sejajar. Kalau tombolnya acak-acakan, navigasi D-Pad atau analog bakal kebingungan nentuin arah lompatannya.
2. Maksimalin Tombol Fisik (Shortcut Button Hints)
Jangan paksain pemain buat “ngarahin kursor” ke tombol Back atau Option. Gamepad itu punya banyak tombol fisik, manfaatin semuanya!
-
Pasang Icon Petunjuk (Button Prompts): Selalu tampilkan ikon tombol di pojok layar. Contoh: [A] Select, [B] Back, [Y] Settings.
-
Gunakan Tombol Shoulder (L1/R1 atau LB/RB): Kalau menu lo punya banyak tab (misal: Inventory, Skills, Map), gunakan L1/R1 buat pindah tab secara instan. Ini jauh lebih cepat dibanding pemain harus navigasi tombol satu-satu.
3. Ukuran Elemen UI yang “TV-Friendly” (10-Foot UI)
Main pakai controller artinya pemain biasanya duduk agak jauh dari layar—entah di sofa, kasur, atau posisi rebahan. Konsep ini di dunia UI design disebut 10-Foot User Interface.
-
Teks & Ikon Lebih Besar: Jangan pakai font imut-imut yang ukurannya 12pt. Bikin teks judul dan menu utama cukup besar biar gampang dibaca dari jarak 2–3 meter.
-
Kontras Tinggi: Pastikan warna teks dan background gak “memprank” mata. Pakai warna latar yang agak gelap kalau teksnya terang, atau sebaliknya.
4. Kasih Feedback Audio & Haptic yang Pas
Navigasi menu itu gak cuma soal visual, tapi juga rasa! Biar navigasi kerasa smooth dan memuaskan (satisfying):
-
Sound Effect (SFX): Kasih suara “klik” atau blip yang halus setiap kali pemain mindahin fokus dari satu tombol ke tombol lain.
-
Haptic / Vibration: Kasih getaran super ringan (subtle rumble) pas tombol ditekan atau pas nyampe di ujung daftar menu. Efek kecil ini bikin user experience (UX) game lo terasa mahal dan niat!
5. Fitur Bantuan: Auto-Focus & Memory Positioning
Pernah gak lo selesai dari sub-menu Settings, pas kembali ke Menu Utama, kursornya malah balik lagi ke tombol paling atas? Bikin capek, kan?
-
Initial Auto-Focus: Begitu menu utama kebuka, pastikan sistem langsung otomatis memfokuskan pilihan ke tombol “Play” atau “Continue”.
-
Remember Last Position: Kalau pemain baru aja keluar dari menu Option, pas balik ke Menu Utama, fokuskan tombol di Option tersebut, bukan di-reset dari awal.
Cheat Sheet: Pemetaan Tombol Standar Gamepad
Biar pemain gak bingung karena harus adaptasi dari nol, selalu ikuti konsensi umum tombol gamepad berikut:
| Aksi Utama | Xbox Controller | PlayStation Controller | Nintendo Switch |
| Pilih / Konfirmasi | Tombol A | Tombol X (Cross) | Tombol A |
| Batal / Kembali | Tombol B | Tombol O (Circle) | Tombol B |
| Pindah Tab | LB / RB | L1 / R1 | L / R |
| Buka Sub-Menu / Detail | Tombol X / Y | Tombol Square / Triangle | Tombol X / Y |
Kesimpulan
Mendesain UI menu utama buat controller itu intinya cuma satu: bikin serapi dan seefisien mungkin. Jangan bikin pemain mikir keras atau ngeluarin effort berlebih cuma buat mulai gamenya.
penulis : asil – SMKN 8 Bungo




Leave a Reply