Gubuku – Pernah gak sih lo lagi asyik main game action atau FPS, terus tiba-tiba karakter lo mati konyol cuma gara-gara layar HP/monitor lo penuh sama tombol, health bar raksasa, dan peta yang segede gaban? Rusak banget kan experience-nya?
Di dunia game development, hal ini dikenal sebagai masalah HUD (Heads-Up Display) yang berantakan. HUD itu ibarat dashboard mobil: tugas utamanya ngasih tahu informasi penting kayak darah, peluru, atau skill cooldown. Tapi kalau penataannya ngasal, HUD malah jadi pengganggu utama yang nutupin indahnya visual game.
Nah, buat lo yang lagi belajar UI/UX design khususnya di industri game, yuk pelajari trik dan cara mendesain HUD game yang informatif tapi tetap clean dan gak bikin layar penuh!
1. Terapkan “Minimalist First” (Hanya Tampilkan yang Vital)
Prinsip utama HUD modern adalah less is more. Gak semua angka dan data harus lo pajang di layar secara permanen.
-
Prioritaskan Elemen Inti: Dalam game FPS, elemen vital cuma darah (health), amunisi, dan peta mini. Sisa informasi lain (kayak jumlah gold, statistik statistik kill, atau inventaris) cukup disembunyikan di tombol pauze atau tab khusus.
-
Kurangi Opasitas (Transparansi): Elemen HUD yang transparan ngebantu pemain tetap bisa ngeliat latar belakang game tanpa kehilangan informasi penting.
2. Gunakan Contextual HUD (Muncul Cuma Pas Dibutuhkan)
Daripada memenuhi layar sepanjang waktu, pakai teknik Contextual HUD alias elemen visual yang cuma muncul saat ada aksinya.
-
Contoh Darah/Health Bar: Darah karakter cuma bakal muncul pas karakter kena damage atau lagi ngisi darah (healing). Kalau darahnya penuh dan situasi aman, health bar-nya auto fade out.
-
Contoh Amunisi: Sisa peluru cuma kelihatan pas pemain lagi reloading atau lagi aiming (membidik).
Teknik ini bikin layar kelihatan super clean pas pemain lagi eksplorasi map!
3. Manfaatkan Diegetic UI (Integrasiin HUD ke dalam Dunia Game)
Ingat game legendaris Dead Space atau The Division? Game-game ini dipuji banget karena hampir gak punya HUD konvensional di layar. Mereka menggunakan Diegetic UI—yaitu menyatukan informasi game langsung ke dalam objek atau karakter di dalam dunia game itu sendiri.
-
Indikator Darah di Tubuh Karakter: Darah karakter digambarkan lewat warna tabung neon di punggung baju armor-nya.
-
Sisa Peluru di Senjata: Jumlah amunisi langsung tertera lewat layar hologram kecil yang menempel di badan senjatanya.
Cara ini bikin immersion pemain makin dalam karena gak merasa lagi ngeliat “lapisan grafis tambahan” di atas layar.
4. Efek Visual & Audio Sebagai Pengganti Angka
Kadang, pemain gak butuh angka pasti buat tahu kondisi mereka. Lo bisa mengganti teks/angka rumit dengan efek visual sederhana:
-
Layar Merah Berdenyut: Buat nandain darah karakter udah kritis (low HP), lo cukup bikin pinggiran layar berwarna merah dan ada suara detak jantung cepat. Ini jauh lebih dramatis dan instan daripada bikin tulisan “HP: 10/100”.
-
Efek Suara Amunisi: Suara click senjata saat peluru habis ngasih tahu pemain buat reload tanpa harus ngecek angka amunisi di pojok layar.
5. Posisikan Elemen di “Garis Aman” Penglihatan (Peripheral Vision)
Gamer punya fokus utama di tengah layar (tempat karakter dan musuh berada). Jangan pernah naruh elemen penting di tempat yang bikin mata pemain harus bolak-balik melirik jauh.
| Area Layar | Fungsi Terbaik untuk HUD |
| Pojok Kiri Bawah | Minimap / Navigasi / Status Tim |
| Pojok Kanan Bawah | Status Senjata / Amunisi / Skill Cooldown |
| Tengah Atas | Kompas / Penunjuk Arah Misi Utama |
| Tengah Layar | Crosshair (Bidikan) & Damage Number (Transparan) |
6. Beri Fitur Kustomisasi Ukuran & Layout (Custom HUD)
Setiap gamer punya preferensi yang beda-beda. Gamer kompetitif biasanya suka HUD yang serba kecil biar pandangan luas, sementara gamer kasual mungkin butuh ikon yang lebih jelas.
Sediakan fitur di menu pengaturan agar pemain bisa:
-
Mengatur ukuran besar-kecilnya ikon (scaling).
-
Mengatur tingkat transparansi (opacity).
-
Mengubah tata letak tombol (terutama buat game mobile).
Penulis kiki dari smkn 9 bungo




Leave a Reply