Gubuku – Pernah gak sih lo lagi asyik baca artikel atau scrolling situs favorit lo, terus nemu iklan banner (display ads) yang visualnya keren banget sampai bikin lo kebelet pengen nge-klik? Atau sebaliknya, lo nemu iklan yang gambarnya pecah, teksnya kepotong, dan layout-nya berantakan banget?
Sebagai graphic designer atau digital marketer, bikin display ads itu punya tantangannya sendiri. Masalahnya, lo gak cuma bikin satu ukuran gambar aja. Lo harus bikin desain yang sama tapi bisa pas di berbagai ukuran placement Google Display Network (GDN) atau media sosial—mulai dari kotak, memanjang ke samping, sampai jangkung ke atas!
Biar desain lo tetap konsisten, estetik, dan yang paling penting menghasilkan click-through rate (CTR) tinggi, yuk simak panduan mendesain display ads berbagai ukuran berikut ini!
1. Pahami Ukuran Standar “The Big Four” Display Ads
Sebelum mulai corat-coret di Figma atau Photoshop, lo wajib tahu ukuran display ads paling populer yang paling sering dipakai iklan online. Fokus ke 4 ukuran standar ini dulu:
-
Leaderboard (728 x 90 px): Banner memanjang kesamping, biasanya ada di paling atas halaman website.
-
Medium Rectangle (300 x 250 px): Ukuran paling serbaguna, bentuk kotak dan biasanya muncul di sela-sela artikel atau sidebar.
-
Large Rectangle (336 x 280 px): Mirip medium rectangle, tapi ukurannya sedikit lebih besar dan performanya sering kali oke banget.
-
Skyscraper / Half-Page (300 x 600 px): Banner jangkung memanjang ke bawah, punya space paling luas buat visual kreatif.
2. Terapkan Rumus 3 Elemen Wajib (Anatomi Ads yang Efektif)
Mau seberapa kecil atau besarnya ukuran banner-nya, display ads lo wajib punya 3 elemen utama ini biar gak kehilangan arah:
-
Visual / Foto Produk: Gambar yang eye-catching, resolusi tinggi, dan relevan sama penawaran lo.
-
Value Proposition (Headlines): Teks singkat yang ngejelasin keuntungan produk/jasa lo. Jangan kepanjangan, cukup 3-5 kata yang langsung to the point!
-
Call to Action (CTA): Tombol ajakan bertindak yang jelas, contohnya “Beli Sekarang”, “Coba Gratis”, atau “Daftar Hari Ini”.
3. Gunakan Sistem “Master Design” Dulu
Kesalahan fatal pemula adalah bikin semua ukuran satu per satu dari nol. Capek banget, bestie!
-
Trik Cerdas: Bikin Master Design di ukuran yang paling fleksibel dulu, yaitu Medium Rectangle (300×250) atau Square (1080×1080).
-
Setelah konsep visual, warna, teks, dan tombol CTA di master design udah dapet acc, baru deh lo resize dan atur ulang (re-layout) elemen-elemennya ke ukuran lain kayak Leaderboard atau Skyscraper.
4. Trik Re-Layout Sesuai Bentuk Banner
Pindah dari bentuk kotak ke bentuk memanjang (Leaderboard) tentu butuh penyesuaian letak. Ini dia kunci posisinya:
-
Banner Memanjang Horizontal (728×90): Susun elemen secara berdampingan dari kiri ke kanan.
-
Kiri: Logo & Foto Produk $\rightarrow$ Tengah: Headline Teks $\rightarrow$ Kanan: Tombol CTA.
-
-
Banner Memanjang Vertikal (300×600): Susun elemen dari atas ke bawah.
-
Atas: Logo $\rightarrow$ Tengah: Visual Utama & Headline $\rightarrow$ Bawah: Tombol CTA.
-
5. Jaga Kontras dan Hirarki Visual
Ingat, display ads lo bakal bersaing sama konten utama di sebuah website. Audiens cuma punya waktu kurang dari 2 detik buat notice iklan lo!
-
Warna Tombol CTA Harus “Pop Up”: Pakai warna tombol yang kontras sama background. Kalau background-nya dominan biru, pakai tombol warna oranye atau kuning biar langsung kelihatan.
-
Font Harus Terbaca Jelas: Hindari font latin/sambung yang ribet. Gunakan font Sans Serif yang tebal dan clean.
6. Perhatikan Ukuran File (Gak Boleh Kegedean!)
Ini poin teknis yang sering dilupakan: Google punya batasan maksimal ukuran file iklan! Biasanya ukuran file gambar/GIF gak boleh lebih dari 150 KB.
-
Kalau file lo kebesaran, iklan bakal gagal di-upload atau loading-nya lambat banget pas diakses audiens.
-
Gunakan tools kompresi gambar tanpa mengurangi kualitas visual sebelum di-upload.
penulis:bungasmksudj




Leave a Reply