Rahasia Typography Hierarchy pada Aplikasi Reservasi Hotel

Rahasia Typography Hierarchy pada Aplikasi Reservasi Hotel

Gubuku – Pernah gak sih kamu mau pesan kamar hotel lewat aplikasi, tapi pas buka halamannya malah bingung harus ngeliat ke mana duluan? Teksnya numpuk, ukuran hurufnya sama semua, terus informasi penting kayak harga atau tipe kamar malah “tenggelam”. Hasilnya? Langsung close aplikasi dan cari tempat lain!

Eits, itu terjadi karena aplikasinya gak punya typography hierarchy yang bener.

Buat kamu yang lagi belajar UI/UX design, bikin produk digital, atau sekadar penasaran kenapa aplikasi travel besar kayak Traveloka atau Agoda betah banget dipandang, yuk bongkar rahasia susunan huruf yang bikin pengguna makin betah booking!

Apa Sih Typography Hierarchy Itu?

Secara sederhana, typography hierarchy (hirarki tipografi) adalah sistem mengatur dan menyusun teks berdasarkan tingkat kepentingannya.

Tujuannya simpel: memberi petunjuk visual ke mata pengguna tentang informasi mana yang wajib dibaca duluan, mana yang sekadar pendukung, dan mana yang cuma info pelengkap.

Tanpa hirarki yang jelas, teks di layar cuma bakal kelihatan kayak “tembok tulisan” yang bikin pusing dan malas dibaca.

Kenapa Hirarki Tipografi Penting Banget di Aplikasi Hotel?

Proses booking hotel itu melibatkan keputusan finansial dan banyak detail (tanggal check-in, fasilitas, tipe kasur, sampai kebijakan refund). Buat Gen Z yang sukanya serba cepat dan sat-set, hirarki tipografi punya peran vital:

  • Navigasi Jadi Cepat & Cerdas: Pengguna bisa scannable/membaca cepat informasi penting dalam hitungan detik.

  • Menghindari Salah Pesan: Informasi krusial kayak “Total Harga” atau “Sisa 1 Kamar!” langsung kebaca jelas, meminimalisir kesalahan pengguna (user error).

  • Meningkatkan Conversion Rate: Desain yang rapi dan komunikatif otomatis bikin pengguna lebih yakin buat langsung tekan tombol “Pesan Sekarang”.

Baca Juga  Cara Merancang Visual System untuk Festival Film

3 Tingkatan Utama Typography Hierarchy di Aplikasi Reservasi

Gimana sih cara membagi tingkatan huruf di layar HP? Ini dia rumusnya:

1. Level Primary (Utama / Focus Point)

Ini adalah teks paling mencolok yang langsung menarik perhatian pertama kali.

  • Elemen: Nama Hotel, Harga Total, dan Judul Halaman Utama.

  • Ciri Visual: Ukuran huruf paling besar (20px – 24px+), cetak tebal (Bold/Extra Bold), dan warna yang kontras tinggi.

2. Level Secondary (Pendukung Utama)

Teks yang dibaca pengguna setelah mereka tertarik dengan poin utama.

  • Elemen: Tipe Kamar (contoh: Deluxe King Room), Lokasi Singkat, Rating/Ulasan, dan Tombol Call to Action (CTA).

  • Ciri Visual: Ukuran sedang (14px – 16px), ketebalan sedang (Medium/Semi-Bold).

3. Level Tertiary (Informasi Pelengkap)

Detail tambahan yang baru dibaca saat pengguna butuh konfirmasi lebih lanjut.

  • Elemen: Fasilitas gratis (Wi-Fi, Sarapan), syarat refund, durasi menginap, dan teks syarat & ketentuan.

  • Ciri Visual: Ukuran lebih kecil (12px – 13px), ketebalan normal (Regular), dengan warna teks agak lembut (seperti abu-abu tua/muda).

Tips Merancang Hirarki Tipografi yang Bikin UX Auto-Smooth

Biar desain aplikasi reservasi hotel kamu kelihatan makin profesional, terapkan hacks visual ini:

Variabel Desain Cara Penerapan yang Tepat Contoh di Aplikasi
Ukuran (Font Size) Buat kontras skala yang jelas antara judul dan teks isi (jangan cuma beda 1–2 pixel). Judul: 20px vs Teks Detail: 14px
Ketebalan (Font Weight) Manfaatkan variasi Bold, Medium, dan Regular dari satu keluarga font yang sama. Rp750.000 (Bold) / /malam (Regular)
Warna (Color & Opacity) Gunakan warna cerah/gelap untuk info utama, dan warna sedikit muted (abu-abu) untuk info pendukung. Teks Hitam Pekat untuk Nama Hotel, Abu-abu untuk “2,3 km dari Pusat Kota”.
Jarak (Spacing / Line Height) Beri ruang bernapas (white space) antar paragraf biar tampilan gak berdesakan. Jarak padding yang cukup antar card hotel.

Pro Tip: Pilih maksimal 1–2 keluarga font (typeface) saja untuk seluruh aplikasi! Penggunaan font yang terlalu beragam justru bikin visual berantakan dan terasa kekanak-kanakan.

Penulis kiki dari smkn 9 bungo

Baca Juga  Identitas Visual untuk Industri Restorasi Terumbu Karang