Mengapa Neumorphism Sempat Viral?

Mengapa Neumorphism Sempat Viral?

Gubuku – Pernah gak sih kamu ngeliat tampilan aplikasi atau UI/UX design di Pinterest dan Instagram yang tombol-tombolnya kelihatan nimbul lembut, mirip plastik empuk atau efek timbul 3D yang mulus banget?

Yap, itu namanya Neumorphism! Tren desain ini sempat meliuk-liuk memenuhi feed para desainer grafis dan developer di seluruh dunia. Bahkan, hampis semua kreator Gen Z berlomba-lomba bikin konsep mockup HP atau aplikasi pakai style ini.

Tapi, kenapa sih tren ini bisa mendadak viral banget, lalu tiba-tiba redup begitu aja? Yuk, kita kuis dan bedah fenomena visual yang satu ini!

Apa Itu Neumorphism? (Versi Bahasa Manusia)

Biar gampang dibayangin, Neumorphism itu gabungan dari dua kata: New (Baru) dan Skeuomorphism (gaya desain lama yang niru benda dunia nyata 100%, kayak tombol di HP jadul yang ada efek kilapan kaca).

Jadi, Neumorphism adalah gaya visual digital yang menggabungkan kesan minimalis (flat design) dengan efek 3D yang sangat halus. Karakter dasarnya:

  • Menggunakan dua bayangan (shadow) — satu gelap di bawah/kanan, satu terang/putih di atas/kiri.

  • Warna latar belakang (background) dan warna elemen visual (tombol/kartu) dibuat persis sama.

  • Hasilnya? Tombol kelihatan seolah-olah “terdorong keluar” atau “tertekan ke dalam” dari permukaan layar.

Kenapa Neumorphism Bisa Viral dan Over-hyped?

  • 1. Visualnya “Satisifying” dan Estetik Banget Harus diakui, tampilan Neumorphic itu kelihatan bersih, futuristik, dan soft di mata. Efek timbulnya ngasih kepuasan visual tersendiri waktu dilihat di pameran portofolio kayak Dribbble atau Behance.

  • 2. Efek Bosan Sama Flat Design Sebelum tren ini muncul, kita udah bertahun-tahun disuguhi flat design yang cenderung rata dan serba minimalis (kayak ikon aplikasi zaman sekarang). Neumorphism datang bawa angin segar buat mereka yang kangen sentuhan 3D tapi tetep pengin kelihatan modern.

  • 3. Mudah Dipraktikkan Sama Desainer Muda Bagi Gen Z yang baru belajar Figma atau CSS coding, bikin efek Neumorphism itu tergolong simpel. Cuma butuh mainin drop shadow dan inner shadow dengan kode warna yang pas.

Baca Juga  Sisi Estetika Procedural Textures: Membuat Pola Visual

Tapi… Kenapa Tren Ini Perlahan Ditinggalkan?

Meskipun estetik parah buat dipajang jadi konten konten visual, Neumorphism punya masalah fatal di dunia nyata (real-world implementation):

  • Aksesibilitas yang Buruk (Poor Accessibility): Kontras warnanya sangat tipis. Buat orang yang punya gangguan penglihatan atau saat HP dipakai di bawah terik matahari, tombol Neumorphic susah banget kelihatan mana yang bisa diklik dan mana yang enggak.

  • Bikin Pusing Developer: Nerjemahin desain Neumorphism ke kode aplikasi asli yang responsif di berbagai ukuran layar ternyata ribet dan butuh daya rendering lebih berat.

    penulis;bungasmksudj