Cara Merancang Desain Papan Penunjuk Arah Multibahasa

Cara Merancang Desain Papan Penunjuk Arah Multibahasa

Cara Merancang Desain Papan Penunjuk Arah Multibahasa

Gubuku – Pernah gak sih lo lagi traveling ke luar negeri—atau bahkan ke tempat wisata lokal yang ramai turis asing—terus lo mendadak linglung gara-gara papan penunjuk arahnya (wayfinding signage) bikin bingung? Gambar panahnya ke kanan, tapi tulisannya panjang lebar pakai bahasa yang lo gak paham sama sekali. Stress level: max!

Di sinilah peran penting desain papan penunjuk arah multibahasa.

Bikin wayfinding system multibahasa itu gak cuma sekadar copy-paste teks dari Google Translate terus ditempel di papan, bestie. Ada art dan logika di baliknya biar papan tersebut tetep kelihatan aesthetic, gampang dibaca dalam hitungan detik, dan gak bikin area publik kelihatan berantakan.

Penasaran gimana caranya? Yuk, intip panduan dan cara merancang desain papan penunjuk arah multibahasa yang ramah pengguna berikut ini!

1. Tentukan Hirarki Bahasa (Mana yang Harus Dilihat Duluan?)

Langkah pertama yang paling krusial: lo harus tahu bahasa mana yang jadi Bahasa Utama (Primary Language) dan mana yang jadi Bahasa Sekunder (Secondary Language).

  • Bahasa Utama: Biasanya bahasa lokal (misal: Bahasa Indonesia di area fasilitas umum Jakarta). Ukuran font-nya harus lebih besar atau posisinya di paling atas.

  • Bahasa Sekunder: Bahasa internasional (seperti Bahasa Inggris) atau bahasa turis dominan di area tersebut (seperti Mandarin atau Jepang). Ukurannya sedikit lebih kecil atau ditaruh di bawah bahasa utama.

Pro Tip: Bedakan visualnya! Lo bisa pakai ketebalan font yang beda (Bold untuk bahasa utama, Regular untuk bahasa sekunder) atau warna yang sedikit berbeda biar mata pengguna otomatis nge-scan bahasa yang mereka paham.

2. Maksimalkan Penggunaan Piktogram / Ikon Internasional

Tahu gak apa bahasa paling universal di dunia? Jawabannya adalah gambar!

Baca Juga  Cara Menghitung Dieline Kemasan Kotak Kompleks

Sebelum orang sempat membaca teks multibahasa lo, mata mereka bakal lebih cepat merespons ikon visual.

  • Gunakan ikon standar internasional (ISO) yang udah familier di mata semua orang, kayak ikon toilet, tangga, lift, restoran, atau pintu keluar (exit).

  • Pastikan ikonnya punya kontras yang tinggi dan ditaruh di posisi paling menonjol (biasanya di sebelah kiri teks atau sejajar dengan arah panah).

Kalau ikonnya udah jelas, teks multibahasa fungsinya tinggal mempertegas informasi aja!

3. Pilih Font yang Super Clean dan Gampang Dibaca (Legibility is Key)

Dalam desain papan penunjuk arah, unsur estetik gak boleh mengorbankan fungsi. Hindari font dekoratif, script yang bergelombang, atau font yang terlalu tipis.

  • Gunakan Sans Serif: Font tanpa kait seperti Helvetica, Arial, Inter, atau FF DIN adalah standar emas untuk signage.

  • Perhatikan Karakter Khusus: Kalau lo bikin teks dalam Bahasa Mandarin, Arab, atau Jepang, pastikan jenis font yang dipakai punya proporsi visual yang seimbang saat disandingkan dengan huruf alfabet (Latin). Jangan sampai huruf Latin-nya raksasa, tapi huruf Kanji-nya kerdil!

4. Jaga “White Space” Biar Gak Kelihatan Sesak

Masalah utama dari desain multibahasa adalah kepadatan Teks. Bikin papan dengan 2 atau 3 bahasa sekaligus berisiko bikin tampilannya penuh dan membingungkan (visual clutter).

Biar papan lo tetap kelihatan modern dan aesthetic:

  • Berikan ruang kosong (white space) yang cukup di sekeliling teks dan ikon.

  • Batasi maksimal 2 hingga 3 bahasa saja dalam satu papan. Kalau lebih dari itu, mending pisahkan papannya atau pakai media digital.

5. Kontras Warna dan Pencahayaan yang Jelas

Papan penunjuk arah itu harus bisa dibaca dari jarak jauh, baik pas siang hari yang terik maupun malam hari yang minim cahaya.

  • Kontras Tinggi: Teks terang di atas latar belakang gelap (misal: teks putih di papan navy blue atau hitam) atau sebaliknya.

  • Aksesibilitas: Pertimbangkan juga teman-teman disabilitas atau mereka yang punya keterbatasan penglihatan. Hindari kombinasi warna yang bikin “buta warna” terkecoh, seperti hijau vs merah.

Baca Juga  Tips Menghadapi Klien yang Banyak Revisi Tanpa Stres

Checklist Singkat Desain Papan Penunjuk Arah Multibahasa

Sebelum desain lo naik cetak, coba double check poin-poin ini dulu:

Elemen Desain Yang Harus Diperhatikan
Ikon / Piktogram Pakai simbol standar internasional & mudah dikenali dalam 1 detik.
Hirarki Teks Beda ukuran/ketebalan antara bahasa utama & bahasa sekunder.
Akurasi Bahasa Wajib proofread ke penutur asli (native speaker), jangan cuma modal terjemahan mesin!
Arah Panah Posisi panah jelas dan konsisten dengan arah tujuan sebenarnya.
Ukuran Board Cukup besar untuk dibaca dari jarak minimal 3-5 meter.

penulis;bungasmksudj