Tips Menempatkan Gambar Agar Tidak Menutupi Teks

Tips Menempatkan Gambar Agar Tidak Menutupi Teks

Tips Menempatkan Gambar Agar Tidak Menutupi Teks

Gubuku – Dalam dunia desain digital, keseimbangan antara gambar dan teks menjadi hal yang sangat penting. Banyak orang yang terlalu fokus pada gambar sehingga melupakan kejelasan teks yang justru menjadi inti pesan yang ingin disampaikan. Menurut Canva Design School (2024), desain yang baik adalah desain yang mampu menyampaikan pesan secara visual tanpa mengorbankan keterbacaan.

Jika gambar menutupi teks, maka pesan utama bisa hilang atau bahkan membingungkan pembaca. Oleh karena itu, setiap elemen visual harus saling mendukung. Prinsip dasar desain seperti hierarki visual, kontras, dan ruang negatif (negative space) dapat membantu menjaga keseimbangan ini.

Gunakan Lapisan (Layer) dengan Tepat

Salah satu kesalahan umum yang sering terjadi adalah menempatkan gambar dan teks pada layer yang sama. Di aplikasi seperti Canva, PowerPoint, atau Photoshop, setiap elemen berada pada lapisan berbeda.

Pastikan teks selalu berada di layer atas, sementara gambar dijadikan sebagai background atau elemen pendukung. Jika Anda menggunakan Canva, cukup klik kanan pada gambar dan pilih “Send to Back” atau “Kirim ke Belakang”. Dengan cara ini, teks tidak akan tertutup dan tetap terlihat jelas.

Menurut panduan resmi dari Canva Help Center (2025), pengaturan layer merupakan salah satu kunci agar desain terlihat rapi dan profesional. Jadi, sebelum menambahkan efek atau dekorasi lain, pastikan struktur layer sudah benar.

Manfaatkan Transparansi dan Overlay Warna

Kadang-kadang, gambar yang terlalu mencolok bisa membuat teks sulit terbaca. Solusinya adalah mengatur transparansi atau menambahkan overlay warna di atas gambar.

Misalnya, Anda bisa menambahkan kotak semi-transparan dengan warna gelap di belakang teks putih agar tulisan lebih kontras dan terbaca jelas. Dalam Canva, fitur ini bisa diakses dengan memilih elemen kotak, mengatur warnanya, lalu menurunkan opacity sekitar 40–60%.

Baca Juga  Apa Itu Canva? Panduan Lengkap untuk Pemula

Adobe Color Theory (2024) menyebutkan bahwa kombinasi warna dengan kontras tinggi (misalnya putih di atas hitam atau sebaliknya) membantu mata manusia mengenali teks lebih cepat. Teknik overlay ini sangat efektif untuk menjaga visual tetap menarik tanpa mengorbankan keterbacaan.

Pilih Jenis dan Ukuran Font yang Tepat

Tidak semua font cocok untuk diletakkan di atas gambar. Font yang terlalu tipis atau bergaya dekoratif sering kali sulit dibaca, terutama jika latar belakangnya berwarna kompleks.

Gunakan font dengan gaya bold atau sans-serif seperti Montserrat, Open Sans, atau Poppins yang direkomendasikan oleh Google Fonts (2024) untuk tampilan yang modern dan mudah dibaca.

Selain itu, pastikan ukuran font cukup besar. Sebagai aturan umum, teks utama di atas gambar sebaiknya memiliki ukuran minimal 16–18 pt agar tetap terbaca jelas di layar ponsel maupun komputer.

Gunakan Ruang Negatif (White Space) dengan Cerdas

Banyak orang merasa bahwa desain yang menarik harus penuh dengan elemen, padahal justru sebaliknya. Ruang kosong atau white space berfungsi memberi “napas” pada desain Anda.

Menurut Nielsen Norman Group (2024), ruang negatif membantu otak manusia memproses informasi lebih cepat karena elemen visual tidak terlalu padat. Jadi, saat menempatkan gambar dan teks, beri jarak yang cukup di antara keduanya. Jangan biarkan teks terlalu menempel pada pinggir gambar atau berada di area dengan banyak detail visual.

Dengan begitu, perhatian pembaca akan langsung tertuju pada pesan utama tanpa terganggu oleh elemen lain yang tidak perlu.

Gunakan Grid atau Panduan Tata Letak (Layout Guide)

Salah satu cara profesional untuk menata elemen visual adalah dengan menggunakan grid atau panduan tata letak. Canva dan Adobe Express menyediakan fitur grid otomatis yang membantu menjaga posisi elemen tetap sejajar dan proporsional.

Baca Juga  Rule of Thirds dalam Desain Grafis

Dengan grid, Anda bisa menempatkan gambar di satu sisi dan teks di sisi lain tanpa tumpang tindih. Selain membuat desain lebih simetris, teknik ini juga menjaga keteraturan visual.

Menurut Interaction Design Foundation (2024), grid layout membantu meningkatkan keterbacaan hingga 30% karena setiap elemen berada di posisi yang terukur dan konsisten.

Pastikan Kontras Warna yang Cukup

Kontras warna adalah kunci agar teks tidak tertelan oleh gambar. Cobalah untuk menghindari kombinasi warna yang terlalu serupa, misalnya teks berwarna abu-abu di atas latar berwarna biru muda.

Gunakan prinsip kontras tinggi (high contrast) seperti hitam-putih, biru tua-kuning, atau hijau tua-putih. Anda juga bisa memanfaatkan alat bantu seperti Coolors.co atau Canva Color Wheel untuk menemukan kombinasi warna yang serasi namun tetap terbaca.

Dalam panduan Web Content Accessibility Guidelines (WCAG 2.1), disarankan rasio kontras minimal 4.5:1 antara teks dan latar belakang agar tetap mudah dibaca, terutama oleh pengguna dengan gangguan penglihatan ringan.

Gunakan Fitur Efek Teks (Shadow dan Outline)

Jika teks tetap sulit terbaca meski sudah diatur kontrasnya, cobalah menambahkan efek bayangan (shadow) atau outline. Efek ini menciptakan jarak visual antara teks dan gambar, membuat tulisan tampak lebih menonjol.

Misalnya, teks putih dengan bayangan hitam lembut akan terlihat lebih jelas di atas gambar berwarna terang. Di Canva, Anda dapat menemukan fitur ini di menu “Efek” → “Shadow” atau “Outline”.

Menurut Visme Blog (2024), efek bayangan yang ringan bisa meningkatkan keterbacaan teks hingga 20% tanpa mengurangi estetika desain.

Uji Tampilan di Berbagai Perangkat

Desain yang terlihat baik di komputer belum tentu terlihat sama di ponsel. Oleh karena itu, penting untuk melakukan uji tampilan (preview) di berbagai ukuran layar.

Baca Juga  Menambahkan Musik dan Efek Suara di Canva

Canva dan Figma menyediakan fitur preview responsive untuk melihat tampilan desain di perangkat yang berbeda. Pastikan teks tetap terbaca, tidak terpotong, dan tidak tertutup oleh elemen lain.

Sumber dari UX Collective (2025) menyebutkan bahwa lebih dari 70% pengguna mengakses konten visual melalui ponsel, sehingga optimasi tampilan mobile sangat penting dalam desain digital modern.

Gunakan Template Profesional sebagai Panduan

Jika Anda baru belajar desain, jangan ragu menggunakan template siap pakai. Canva menyediakan ribuan template gratis dengan tata letak gambar dan teks yang sudah seimbang.

Template ini tidak hanya mempermudah proses desain, tapi juga bisa menjadi referensi belajar bagaimana profesional menempatkan gambar agar tidak menutupi teks.

Sumber dari Canva Creator Community (2024) menunjukkan bahwa penggunaan template mempercepat proses desain hingga 50% sekaligus membantu menjaga konsistensi visual dalam setiap proyek.

Desain yang Baik Selalu Tentang Keterbacaan

Menempatkan gambar agar tidak menutupi teks bukan hanya soal teknis, tapi juga soal rasa dan keseimbangan visual. Gunakan layer dengan benar, manfaatkan transparansi, pilih font yang mudah dibaca, dan pastikan kontras warna mencukupi.

Dengan memahami prinsip-prinsip dasar ini, Anda tidak hanya membuat desain yang indah tetapi juga efektif dalam menyampaikan pesan. Seperti yang dikatakan oleh Paul Rand, seorang desainer legendaris:

“Desain adalah cara menyusun elemen agar dapat menceritakan sesuatu dengan jelas dan bermakna.”