5 Kesalahan Umum Pemula Saat Mendesain di Canva

5 Kesalahan Umum Pemula Saat Mendesain di Canva

5 Kesalahan Umum Pemula Saat Mendesain di Canva

Gubuku – Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan pemula di Canva adalah tidak menggunakan grid atau panduan tata letak (ruler & guide). Akibatnya, elemen-elemen seperti teks, gambar, dan ikon terlihat tidak sejajar atau berantakan.

Padahal, Canva sudah menyediakan fitur grid dan ruler untuk membantu kamu menjaga keseimbangan dan kerapian desain. Dengan grid, kamu bisa menempatkan elemen secara proporsional dan mudah menyelaraskannya.

Menurut situs resmi Canva (canva.com), penggunaan grid dapat meningkatkan keterbacaan dan fokus visual karena elemen disusun dengan teratur. Cobalah aktifkan panduan tata letak di menu “Tampilan” → “Tampilkan Penggaris” atau “Tampilkan Panduan”, lalu sesuaikan posisi objekmu.

Tips Menghindari Kesalahan Ini:

  1. Gunakan fitur “Posisi” untuk menyelaraskan elemen secara otomatis.

  2. Aktifkan “Tampilkan Grid” agar elemen tidak keluar batas.

  3. Gunakan prinsip simetri agar desain tampak lebih profesional.

Menggunakan Terlalu Banyak Font

Kesalahan kedua yang sering terjadi adalah menggunakan terlalu banyak jenis font dalam satu desain. Banyak pemula beranggapan semakin banyak font, semakin menarik hasilnya. Padahal sebaliknya — desain jadi terlihat berantakan dan sulit dibaca.

Menurut Canva Design School (designschool.canva.com), kombinasi ideal adalah maksimal dua jenis font dalam satu desain: satu untuk judul dan satu untuk isi teks. Jika kamu menambahkan lebih dari itu, konsistensi visual akan hilang dan pesan utama sulit tersampaikan.

Misalnya, gunakan font sans-serif (seperti Montserrat atau Poppins) untuk judul agar terlihat modern, lalu padukan dengan font serif (seperti Playfair Display) untuk isi teks agar tetap elegan.

Tips Menghindari Kesalahan Ini:

  1. Gunakan fitur “Font Pairing” di Canva untuk menemukan kombinasi font yang cocok.

  2. Jaga konsistensi ukuran dan warna teks.

  3. Gunakan font yang mudah dibaca terutama untuk media digital.

Baca Juga  Cara Membuat Komposisi yang Seimbang: Panduan Lengkap untuk Kehidupan dan Desain

Warna yang Tidak Selaras atau Terlalu Mencolok

Kesalahan ketiga adalah menggunakan warna yang tidak serasi atau terlalu mencolok. Banyak pemula memilih warna secara acak tanpa mempertimbangkan harmoni warna. Hasilnya, desain jadi tidak nyaman dilihat.

Padahal, menurut teori warna dari Adobe Color (color.adobe.com), kombinasi warna yang baik bisa menciptakan keseimbangan dan membangun emosi tertentu. Canva sendiri menyediakan fitur Color Palette Generator yang bisa membantu kamu menemukan palet warna harmonis.

Contohnya, jika kamu mendesain untuk tema alami, gunakan warna-warna lembut seperti hijau zaitun dan cokelat muda. Hindari mencampur warna terang berlebihan seperti merah mencolok dengan kuning neon.

Tips Menghindari Kesalahan Ini:

  1. Gunakan palet warna maksimal 3–5 warna.

  2. Pilih warna utama, sekunder, dan aksen.

  3. Manfaatkan fitur eyedropper di Canva untuk mencocokkan warna dengan gambar.

Mengabaikan Spasi dan Jarak Antar Elemen

Kesalahan keempat yang sering terjadi adalah tidak memperhatikan jarak antar elemen (spacing). Banyak desain pemula terlihat “penuh sesak” karena elemen ditempatkan terlalu rapat.

Menurut Interaction Design Foundation, ruang kosong (white space) penting untuk membantu mata pengguna beristirahat dan fokus pada pesan utama. Dalam desain Canva, ruang kosong bukanlah kekurangan — justru menjadi elemen penting yang menunjukkan profesionalitas.

Contoh sederhana: jika kamu membuat poster, pastikan jarak antara judul dan teks isi tidak terlalu dekat. Berikan juga ruang di tepi (margin) agar desain terasa lapang.

Tips Menghindari Kesalahan Ini:

  1. Gunakan fitur “Tata Letak Otomatis” di Canva untuk mengatur jarak dengan cepat.

  2. Perhatikan proporsi antara teks dan gambar.

  3. Jangan takut meninggalkan ruang kosong — itu justru membuat desain lebih elegan.

Mengabaikan Konsistensi Desain dan Branding

Kesalahan terakhir adalah tidak menjaga konsistensi desain dan identitas visual (branding). Banyak pemula membuat desain yang tidak memiliki gaya atau warna khas, sehingga sulit dikenali sebagai bagian dari satu merek atau persona.

Baca Juga  Menambahkan Shadow pada Gambar di Canva

Menurut buku Brand Identity Essentials oleh Wheeler (2018), konsistensi adalah kunci membangun kepercayaan visual. Canva menyediakan fitur Brand Kit, di mana kamu bisa menyimpan logo, warna, dan font utama agar desain selalu konsisten.

Misalnya, jika kamu membuat konten media sosial, gunakan warna, logo, dan gaya font yang sama di setiap postingan. Dengan begitu, audiens bisa langsung mengenali brand-mu hanya dari tampilan visual.

Tips Menghindari Kesalahan Ini:

  1. Gunakan template khusus brand di Canva.

  2. Simpan elemen penting di Brand Kit.

  3. Buat pedoman desain sederhana (brand guideline) untuk menjaga keseragaman.

Latihan dan Konsistensi Adalah Kunci

Mendesain di Canva memang mudah, tapi hasil yang profesional membutuhkan pemahaman dan latihan. Lima kesalahan di atas — tidak menggunakan grid, terlalu banyak font, warna tidak selaras, spasi sempit, dan desain tidak konsisten — adalah hal yang perlu dihindari agar karya kamu tampak lebih matang dan menarik.

Cobalah untuk selalu melihat referensi desain profesional, seperti dari Behance atau Canva Template Gallery, agar kamu bisa belajar komposisi dan warna yang seimbang.

Dengan terus berlatih dan memperhatikan detail kecil, kamu bisa menghasilkan desain yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga efektif dalam menyampaikan pesan.