Gubuku – Dalam dunia desain grafis, dua elemen penting yang sering digunakan untuk membantu menata tata letak adalah Grid dan Frame. Grid berfungsi sebagai panduan untuk menyusun elemen desain agar lebih rapi dan seimbang, sedangkan Frame digunakan untuk menempatkan gambar di dalam bentuk tertentu, seperti lingkaran, kotak, atau bentuk kreatif lainnya.
Menurut situs resmi Canva (canva.com), Grid dan Frame termasuk fitur dasar yang membantu pengguna mengatur elemen secara visual tanpa perlu kemampuan desain tingkat tinggi. Dengan kata lain, siapa pun bisa membuat desain yang terlihat profesional hanya dengan memahami cara menggunakannya dengan benar.
Apa Itu Grid di Canva dan Fungsinya
Grid di Canva adalah template tata letak yang membagi kanvas menjadi beberapa bagian. Setiap bagian bisa diisi dengan gambar, warna, atau elemen lain secara otomatis. Fungsinya bukan hanya untuk membagi ruang, tapi juga menjaga keseimbangan visual desain.
Beberapa fungsi utama Grid di Canva antara lain:
-
Membantu menyusun gambar agar sejajar dan simetris.
-
Mempermudah pembuatan kolase foto dengan hasil profesional.
-
Menjaga komposisi desain tetap proporsional.
Contohnya, ketika kamu membuat desain untuk posting Instagram yang terdiri dari beberapa gambar, kamu bisa menggunakan grid tiga kolom agar hasilnya terlihat rapi dan seragam.
Menurut TechRadar (2024), penggunaan grid yang baik mampu meningkatkan fokus visual hingga 60% karena tata letak yang tertata membantu mata pembaca lebih mudah memahami pesan utama desain.
Apa Itu Frame di Canva dan Kegunaannya
Berbeda dengan grid, Frame di Canva berfungsi sebagai wadah (tempat) untuk gambar atau video. Kamu bisa memasukkan foto ke dalam bentuk tertentu, seperti lingkaran, segitiga, huruf, atau bentuk artistik lainnya. Frame juga sering digunakan untuk membuat desain lebih dinamis dan tidak monoton.
Fungsi utama Frame di Canva antara lain:
-
Membuat desain lebih kreatif dan estetis.
-
Memudahkan dalam mengganti gambar tanpa mengubah tata letak.
-
Menyesuaikan bentuk elemen agar sesuai dengan konsep visual yang diinginkan.
Sebagai contoh, jika kamu ingin membuat desain profil media sosial dengan foto berbentuk lingkaran, kamu bisa memilih Frame berbentuk lingkaran dan cukup menyeret foto ke dalamnya. Canva akan menyesuaikan bentuk foto secara otomatis.
Sumber dari Canva Design School (2024) menjelaskan bahwa Frame adalah salah satu fitur paling efektif untuk menciptakan desain visual yang cepat dan konsisten, terutama bagi pengguna non-desainer.
Langkah-Langkah Menggunakan Grid di Canva
Berikut adalah langkah-langkah sederhana menggunakan Grid di Canva:
-
Buka Canva dan pilih jenis desain.
Misalnya, kamu ingin membuat posting Instagram berukuran 1080×1080 piksel. -
Klik menu “Elemen” di sidebar kiri.
Lalu ketik “Grid” di kolom pencarian. -
Pilih jenis grid yang diinginkan.
Canva menyediakan berbagai jenis grid seperti 2 kolom, 3 baris, atau kombinasi tidak simetris. -
Seret grid ke kanvas desainmu.
Grid akan otomatis menyesuaikan ukuran dengan kanvas. -
Masukkan gambar atau elemen ke dalam grid.
Cukup seret gambar dari galeri ke area grid, maka gambar akan langsung menyesuaikan.
Tips tambahan: Gunakan grid dengan margin kecil agar hasil desain terlihat rapi dan tidak terlalu penuh.
Menurut Creative Bloq (2024), desainer profesional sering menggunakan grid dengan proporsi rule of thirds untuk menciptakan keseimbangan visual yang alami.
Langkah-Langkah Menggunakan Frame di Canva
Setelah memahami grid, kini saatnya belajar menggunakan Frame di Canva dengan mudah:
-
Buka Canva dan pilih template desain.
Misalnya, kamu ingin membuat kartu ucapan atau banner promosi. -
Masuk ke menu “Elemen” → ketik “Frame”.
Kamu akan melihat berbagai bentuk frame seperti bulat, persegi, awan, bahkan huruf. -
Pilih dan tambahkan frame ke desain.
Seret ke kanvas sesuai ukuran yang kamu mau. -
Tambahkan gambar ke dalam frame.
Cukup seret foto dari komputer atau galeri Canva ke frame yang dipilih. Foto akan otomatis menyesuaikan bentuk frame. -
Edit posisi dan ukuran gambar.
Klik dua kali untuk menggeser posisi atau memperbesar area gambar di dalam frame.
Kamu juga bisa menggabungkan beberapa frame dalam satu desain untuk membuat efek kolase artistik.
Tips Mengombinasikan Grid dan Frame untuk Desain Profesional
Agar desainmu tampak lebih menarik, kamu bisa menggabungkan Grid dan Frame dalam satu proyek. Misalnya:
-
Gunakan grid sebagai struktur utama tata letak.
-
Tambahkan frame di dalam grid untuk memberikan bentuk yang unik pada tiap foto.
Contoh: Pada desain katalog produk, gunakan grid 3 kolom untuk menampilkan produk, lalu tambahkan frame berbentuk lingkaran untuk setiap foto produk agar tampil lebih elegan.
Menurut 99Designs (2023), kombinasi grid dan frame menciptakan hierarki visual yang baik dan membantu audiens memproses informasi dengan cepat.
Manfaat Penggunaan Grid dan Frame dalam Pengembangan Diri
Belajar menggunakan Grid dan Frame di Canva bukan hanya soal membuat desain indah, tapi juga bentuk pengembangan diri di bidang kreativitas visual.
Kamu melatih:
-
Ketelitian dan estetika visual.
-
Kemampuan berpikir terstruktur dan rapi.
-
Kreativitas dalam mengombinasikan bentuk dan gambar.
Dengan terus berlatih, kamu bisa meningkatkan kepekaan terhadap komposisi desain, keseimbangan warna, serta harmoni antar elemen visual — keterampilan yang penting di era digital saat ini.
Sebagaimana dijelaskan oleh Harvard Business Review (2022), kreativitas visual termasuk dalam “soft skill masa depan” yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja modern, baik untuk branding pribadi maupun bisnis.
Menggunakan Grid dan Frame di Canva adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin membuat desain terlihat profesional tanpa memerlukan keahlian teknis yang rumit.
Grid membantu menyusun tata letak dengan rapi, sementara Frame memberi sentuhan estetika dan fleksibilitas bentuk.
Dengan mempraktikkan kedua fitur ini secara konsisten, kamu tidak hanya menghasilkan desain yang menarik, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir visual dan kreativitas — aspek penting dalam pengembangan diri di bidang desain grafis modern.





Leave a Reply