Gubuku – Figma adalah aplikasi berbasis web yang digunakan untuk membuat desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX). Dengan Figma, desainer bisa membuat wireframe, prototype, hingga sistem desain secara kolaboratif langsung di browser tanpa perlu instalasi rumit.
Menurut situs resmi Figma.com, aplikasi ini dibuat untuk memudahkan kolaborasi tim desain dan developer dalam satu platform real-time. Artinya, beberapa orang bisa mengedit satu file desain bersamaan seperti bekerja di Google Docs.
Figma kini menjadi alat favorit banyak perusahaan besar, startup, hingga freelancer karena fleksibilitas dan kemudahan aksesnya.
Kelebihan Figma untuk Desain UI/UX
Berikut beberapa kelebihan utama Figma yang membuatnya unggul dibandingkan aplikasi desain lain seperti Adobe XD atau Sketch.
💻 1. Kolaborasi Real-Time yang Efisien
Salah satu keunggulan paling terkenal dari Figma adalah kemampuannya untuk bekerja secara real-time collaboration. Desainer, developer, dan klien bisa melihat dan mengedit proyek secara bersamaan tanpa harus menunggu file dikirim ulang.
Misalnya, ketika kamu sedang membuat desain aplikasi mobile, rekan tim bisa langsung memberi komentar atau saran pada elemen desain tertentu tanpa keluar dari proyek. Fitur ini meningkatkan efisiensi kerja dan menghemat waktu revisi.
Menurut artikel dari UX Design Institute (2023), kolaborasi langsung seperti ini dapat meningkatkan produktivitas tim desain hingga 40% lebih cepat dibandingkan proses tradisional.
☁️ 2. Berbasis Cloud – Tidak Butuh Instalasi Berat
Figma berjalan langsung melalui browser seperti Chrome atau Edge. Artinya, kamu tidak perlu mengunduh file besar atau menggunakan komputer dengan spesifikasi tinggi.
Semua proyek disimpan di cloud, sehingga kamu bisa membuka dan melanjutkan pekerjaan dari perangkat apa pun. Ini sangat membantu bagi desainer freelance atau tim remote yang bekerja dari lokasi berbeda.
Sumber dari TechRadar (2024) menyebutkan bahwa sistem cloud-based Figma menjadi keunggulan utama karena mengurangi risiko kehilangan data akibat crash komputer.
🧩 3. Komponen dan Sistem Desain yang Mudah Dikelola
Figma memungkinkan kamu membuat komponen seperti tombol, ikon, atau form input yang bisa digunakan kembali di berbagai proyek. Ini sangat bermanfaat bagi desainer UI yang ingin menjaga konsistensi visual di seluruh halaman aplikasi.
Selain itu, Figma juga mendukung Design System, yaitu kumpulan elemen dan aturan desain yang bisa dibagikan ke seluruh tim. Dengan sistem ini, perubahan pada satu komponen akan otomatis diperbarui di semua tempat yang menggunakannya.
Contohnya, jika kamu mengubah warna utama dari biru ke hijau pada satu tombol, semua tombol serupa di proyek akan ikut berubah otomatis — hemat waktu dan menghindari kesalahan manual.
⚙️ 4. Integrasi dengan Tools Developer
Bagi desainer yang bekerja dengan tim pengembang (developer), Figma sangat membantu karena memiliki fitur Inspect Mode. Mode ini memungkinkan developer melihat detail seperti ukuran, jarak, warna, dan kode CSS langsung dari elemen desain.
Fitur ini membuat proses handoff (penyerahan desain ke developer) menjadi lebih mudah dan akurat. Berdasarkan survei dari UXTools.co (2023), lebih dari 65% desainer UI/UX profesional memilih Figma karena kemudahan integrasi dengan workflow pengembangan produk digital.
📱 5. Prototype Interaktif yang Realistis
Dengan Figma, kamu bisa membuat prototype interaktif tanpa perlu aplikasi tambahan. Cukup sambungkan antar frame dan tambahkan animasi transisi seperti “slide”, “fade”, atau “smart animate”.
Prototype ini bisa langsung diuji di perangkat mobile atau dibagikan ke klien melalui tautan. Hal ini mempermudah proses presentasi ide dan pengujian pengalaman pengguna sebelum aplikasi benar-benar dikembangkan.
🧠 6. Komunitas dan Plugin yang Luas
Figma memiliki komunitas global aktif di mana pengguna bisa berbagi template, plugin, dan UI kit gratis. Kamu bisa menemukan ribuan sumber daya dari desainer profesional di Figma Community.
Plugin juga membantu mempercepat pekerjaan, seperti plugin untuk auto-layout, icon pack, hingga generator warna. Jadi, kamu tidak perlu membuat semuanya dari awal.
Sumber: Designmodo (2024) menyebutkan bahwa keberadaan komunitas besar Figma membuat proses belajar dan pengembangan diri desainer menjadi jauh lebih mudah.
Kekurangan Figma untuk Desain UI/UX
Walaupun memiliki banyak kelebihan, Figma juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan terutama untuk pengguna baru atau yang bekerja di kondisi terbatas.
🌐 1. Butuh Koneksi Internet yang Stabil
Karena Figma berbasis cloud dan dijalankan melalui browser, kamu harus selalu terhubung dengan internet. Jika koneksi lambat atau terputus, pekerjaan bisa terganggu.
Bagi desainer yang sering bekerja di tempat dengan jaringan tidak stabil, ini bisa menjadi kendala serius. Meskipun Figma memiliki mode offline terbatas, fiturnya tidak seoptimal saat online.
Menurut ulasan dari CreativeBloq (2023), koneksi internet menjadi faktor utama yang memengaruhi performa Figma terutama saat membuka file desain besar.
💾 2. Penggunaan RAM yang Cukup Tinggi
Figma dikenal ringan dibandingkan aplikasi desktop seperti Adobe XD, namun ketika membuka banyak frame atau elemen kompleks, browser bisa menjadi lambat dan memakan RAM cukup besar.
Jika komputer kamu memiliki spesifikasi rendah, kinerja Figma bisa menurun. Solusinya adalah sering melakukan optimasi desain dan menghapus layer atau elemen yang tidak perlu.
🔒 3. Fitur Gratis Masih Terbatas
Figma memang menawarkan versi gratis, tetapi fitur premium seperti team library dan project permission hanya tersedia di paket berbayar.
Bagi tim besar atau startup yang ingin bekerja profesional, upgrade ke versi Figma Professional menjadi keharusan. Meskipun begitu, harga yang ditawarkan masih relatif sepadan dengan manfaat yang didapat.
🧩 4. Butuh Adaptasi untuk Pemula
Bagi pengguna baru, tampilan dan istilah di Figma mungkin terasa asing. Kamu perlu memahami dasar-dasar seperti auto layout, constraint, component, dan prototype link.
Namun, kabar baiknya, banyak tutorial gratis di YouTube atau situs resmi Figma yang bisa membantu kamu belajar dengan cepat. Setelah terbiasa, proses desain akan terasa jauh lebih mudah.
Kesimpulan: Apakah Figma Cocok untuk Desain UI/UX?
Secara keseluruhan, Figma adalah alat terbaik untuk desainer UI/UX modern yang mengutamakan kolaborasi, fleksibilitas, dan efisiensi kerja.
Kelebihannya yang berbasis cloud, mendukung kolaborasi real-time, serta mudah diakses dari berbagai perangkat menjadikannya pilihan utama di industri desain digital saat ini.
Namun, kamu tetap perlu mempertimbangkan beberapa kekurangan seperti kebutuhan koneksi internet yang stabil dan batasan pada versi gratisnya.
Bagi kamu yang sedang mengembangkan diri di dunia desain, Figma bisa menjadi alat belajar dan praktik yang sangat efektif. Mulailah dari proyek kecil, eksplorasi plugin, dan bergabung dengan komunitas Figma agar kemampuan desain UI/UX kamu berkembang lebih cepat.





Leave a Reply