Gubuku – Hierarki visual adalah cara mengatur elemen dalam suatu desain atau tampilan agar audiens tahu mana yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Menurut Interaction Design Foundation, hierarki visual bertujuan untuk memandu mata pembaca secara alami, mulai dari elemen terpenting hingga yang pelengkap (Interaction Design Foundation, 2023).
Sederhananya, hierarki visual seperti peta jalan untuk mata. Kalau informasi ditampilkan tanpa aturan, orang akan bingung harus melihat bagian mana dulu. Tapi dengan hierarki visual yang baik, pesan jadi lebih jelas dan mudah dipahami.
Contoh sehari-hari: ketika membaca koran atau artikel online, kita pasti melihat judul besar dulu, lalu subjudul, baru isi teks. Itu adalah hasil dari penerapan hierarki visual.
Kenapa Hierarki Visual Itu Penting?
Hierarki visual tidak hanya penting untuk desain, tapi juga untuk komunikasi sehari-hari. Ada beberapa alasan kenapa hal ini sangat berpengaruh:
-
Membantu fokus
Dengan urutan yang jelas, pembaca tidak kebingungan. Mereka langsung tahu mana informasi utama. -
Meningkatkan keterbacaan
Informasi yang tertata membuat orang betah membaca. Menurut penelitian dari Nielsen Norman Group (2022), pengguna internet biasanya hanya membaca sekitar 20–28% teks di halaman. Hierarki visual yang baik bisa meningkatkan angka tersebut. -
Mendukung komunikasi efektif
Informasi yang penting akan lebih menonjol, sehingga tidak tenggelam di antara detail lain. -
Membangun pengalaman positif
Baik dalam desain grafis, presentasi, maupun kehidupan sehari-hari, hierarki visual menciptakan kesan profesional dan rapi.
Elemen Penting dalam Hierarki Visual
Untuk bisa menyusun elemen dengan baik, ada beberapa aspek yang biasanya digunakan oleh desainer:
1. Ukuran (Size)
Elemen yang lebih besar biasanya langsung menarik perhatian. Misalnya, judul artikel lebih besar dibandingkan isi teks agar mudah terlihat.
2. Warna (Color)
Warna cerah atau kontras bisa membuat elemen tertentu menonjol. Contohnya, tombol “Beli Sekarang” biasanya berwarna merah atau hijau agar cepat dilihat.
3. Kontras (Contrast)
Perbedaan antara teks dan latar belakang membantu pembaca lebih fokus. Tanpa kontras, informasi jadi sulit dibaca.
4. Ruang Kosong (White Space)
Ruang kosong membuat desain lebih bernapas. Tanpa white space, informasi akan terlihat sesak dan membingungkan.
5. Tipografi
Penggunaan font yang berbeda (tebal, miring, besar) bisa menunjukkan mana yang lebih penting.
6. Posisi dan Tata Letak
Biasanya mata membaca dari kiri ke kanan dan atas ke bawah. Karena itu, elemen yang diletakkan di bagian atas atau tengah akan lebih cepat diperhatikan.
(Sumber: Smashing Magazine, 2023)
Cara Menerapkan Hierarki Visual dalam Kehidupan Sehari-hari
Hierarki visual tidak hanya untuk desainer grafis. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa menerapkannya agar komunikasi lebih jelas. Berikut beberapa contoh:
1. Membuat Presentasi
Gunakan judul besar, poin-poin ringkas, dan warna kontras. Jangan biarkan semua teks sama rata karena akan membingungkan audiens.
2. Menulis Catatan
Gunakan highlight, bullet point, atau ukuran tulisan berbeda. Hal ini membantu otak lebih cepat menangkap inti informasi.
3. Menyusun CV
Nama dan posisi yang dilamar harus menonjol, sementara detail pengalaman bisa disusun dalam poin-poin. Dengan begitu, perekrut langsung tahu siapa Anda dan apa keahlian utama Anda.
4. Posting di Media Sosial
Gunakan judul menarik, visual yang jelas, dan teks tambahan yang lebih kecil. Ini akan membuat pesan lebih efektif sampai ke pembaca.
Tips Praktis untuk Membuat Hierarki Visual yang Efektif
Berikut adalah beberapa tips sederhana yang bisa langsung dipraktikkan:
-
Tentukan prioritas pesan. Apa yang paling ingin Anda sampaikan? Pastikan itu ditonjolkan.
-
Gunakan maksimal tiga tingkat hierarki. Misalnya: judul utama, subjudul, lalu isi. Terlalu banyak level justru membingungkan.
-
Manfaatkan kontras. Warna, ukuran, atau gaya huruf bisa menjadi pembeda.
-
Perhatikan keseimbangan. Jangan semua elemen ditonjolkan. Kalau semua penting, akhirnya jadi tidak ada yang penting.
-
Gunakan white space dengan bijak. Jangan takut memberi ruang kosong. Itu akan membantu elemen utama lebih jelas terlihat.
(Sumber: Canva Design School, 2023)
Hierarki Visual untuk Pengembangan Diri
Menariknya, konsep hierarki visual bisa dipakai dalam pengembangan diri juga. Bagaimana caranya?
-
Prioritaskan tujuan hidup. Sama seperti desain, hidup kita juga punya elemen yang harus disusun. Tentukan apa yang paling penting (misalnya kesehatan), lalu dukung dengan hal lain (pekerjaan, hobi, relasi).
-
Atur jadwal dengan jelas. Gunakan agenda atau to-do list dengan prioritas. Tugas utama diberi tanda khusus agar tidak tertumpuk dengan hal kecil.
-
Komunikasi lebih jelas. Saat berbicara atau menulis, gunakan struktur: ide utama → penjelasan → detail tambahan.
Dengan begitu, hidup kita jadi lebih terarah, tidak seperti desain yang berantakan.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Banyak orang gagal menerapkan hierarki visual karena beberapa kesalahan berikut:
-
Semua elemen dibuat menonjol. Hasilnya malah berantakan dan membingungkan.
-
Kurang kontras. Teks dengan warna mirip background membuat informasi sulit dibaca.
-
Terlalu banyak detail. Informasi penting jadi tenggelam karena kelebihan elemen kecil.
-
Tidak konsisten. Judul, subjudul, dan isi seharusnya punya pola tetap, bukan berubah-ubah.
(Sumber: Adobe Creative Blog, 2023)
Hierarki visual adalah kunci agar pesan tersampaikan dengan jelas dan efektif. Baik dalam desain grafis, presentasi, tulisan, maupun pengembangan diri, hierarki visual membantu kita menentukan apa yang paling penting untuk diperhatikan.
Dengan mengatur ukuran, warna, kontras, ruang, tipografi, dan posisi, kita bisa membuat informasi lebih mudah dipahami. Tidak hanya itu, prinsip ini juga bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari: menyusun prioritas, komunikasi, bahkan pengelolaan waktu.
Jadi, mulai sekarang perhatikan bagaimana Anda menata elemen—baik dalam desain maupun dalam hidup. Karena ketika hierarki visual sudah tepat, pesan Anda akan lebih kuat, jelas, dan berkesan.





Leave a Reply