Cara Mendesain Brosur Bisnis yang Informatif

Cara Mendesain Brosur Bisnis yang Informatif

Cara Mendesain Brosur Bisnis yang Informatif

Gubuku – Di era digital, banyak orang mengira bahwa brosur sudah tidak relevan. Padahal, menurut riset dari Designhill (2023), brosur tetap menjadi media promosi cetak yang efektif karena memberikan kesan profesional dan kredibilitas kepada bisnis.
Brosur bisa dibagikan langsung kepada calon pelanggan di acara, toko, atau seminar, sehingga komunikasi menjadi lebih personal dibandingkan iklan online.

Selain itu, brosur juga membantu calon pelanggan memahami produk atau layanan secara singkat. Dengan desain yang menarik dan informasi yang jelas, brosur dapat menjadi alat branding yang kuat.

Kesimpulan: Brosur bukan hanya lembaran informasi, tetapi representasi identitas bisnis yang membantu memperkuat kepercayaan pelanggan.

Tentukan Tujuan Brosur Sebelum Mendesain

Langkah pertama dalam membuat brosur bisnis adalah menentukan tujuan utama. Apakah brosur ingin digunakan untuk memperkenalkan produk baru, mengumumkan promo, atau menjelaskan layanan bisnis?
Menentukan tujuan akan membantu kamu dalam menyesuaikan gaya visual, pemilihan kata, dan format brosur.

Menurut HubSpot (2024), strategi konten yang efektif selalu dimulai dengan tujuan yang jelas agar desain dan isi brosur memiliki arah yang konsisten.

Contohnya:

  1. Jika tujuannya promosi produk, fokus pada gambar dan harga menarik.

  2. Jika untuk branding perusahaan, tonjolkan logo, visi, dan misi bisnis.

Tips: Tulis satu kalimat yang merangkum tujuan brosur sebelum memulai desain agar pesan tetap fokus.

Pilih Desain yang Menarik dan Sesuai Identitas Brand

Desain adalah hal pertama yang menarik perhatian calon pelanggan. Oleh karena itu, pemilihan warna, font, dan tata letak harus disesuaikan dengan identitas merek (brand identity).

Gunakan warna yang mencerminkan karakter bisnis. Misalnya:

  1. Warna biru untuk kepercayaan dan profesionalitas (umum untuk bisnis jasa).

  2. Warna merah untuk semangat dan energi (cocok untuk bisnis makanan).

Baca Juga  Cara Menggunakan Fitur Magic Edit di Canva

Menurut Canva Design School (2023), kombinasi warna yang harmonis dan konsisten dapat meningkatkan daya tarik visual hingga 60%.

Contoh: Jika kamu memiliki bisnis minuman sehat, gunakan kombinasi hijau muda dan putih untuk memberikan kesan segar dan alami.

Tulis Konten yang Jelas, Singkat, dan Informatif

Selain desain, isi brosur adalah elemen utama yang menentukan keberhasilannya. Pastikan informasi yang disampaikan padat, relevan, dan mudah dipahami.
Gunakan bahasa sederhana dan hindari istilah teknis yang sulit dipahami pembaca awam.

Struktur konten brosur yang baik meliputi:

  1. Judul utama (headline) yang menarik perhatian.

  2. Subjudul untuk menjelaskan poin penting.

  3. Isi singkat berupa keunggulan produk atau layanan.

  4. Call To Action (CTA) seperti “Hubungi Kami” atau “Dapatkan Promo Sekarang”.

Menurut Content Marketing Institute (2023), CTA yang jelas dapat meningkatkan konversi pembaca menjadi pelanggan hingga 30%.

Tips: Hindari paragraf panjang. Gunakan poin-poin agar informasi mudah dibaca sekilas.

Gunakan Gambar Berkualitas Tinggi

Gambar memiliki kekuatan besar dalam menarik perhatian dan menjelaskan pesan visual. Gunakan foto atau ilustrasi beresolusi tinggi yang relevan dengan isi brosur.

Jika kamu tidak memiliki fotografer profesional, kamu bisa menggunakan gambar dari situs gratis seperti Pexels, Unsplash, atau Pixabay (sumber: Canva Resources, 2024).
Namun, pastikan gambar tersebut tidak melanggar hak cipta dan tetap mencerminkan gaya bisnis kamu.

Contoh: Untuk brosur restoran, tampilkan foto makanan dengan pencahayaan alami agar tampak menggugah selera.

Atur Tata Letak (Layout) yang Seimbang

Tata letak yang baik membuat brosur mudah dibaca dan tidak membingungkan. Pastikan setiap elemen — teks, gambar, logo, dan kontak — memiliki ruang yang cukup agar tidak terlihat penuh sesak.

Gunakan prinsip desain visual seperti “Rule of Thirds” untuk menjaga keseimbangan antar elemen.
Menurut Adobe Creative Blog (2023), desain dengan tata letak rapi dan proporsional bisa meningkatkan keterbacaan hingga 70%.

Tips praktis: Gunakan garis pembatas tipis atau blok warna lembut untuk memisahkan bagian informasi.

Cantumkan Informasi Kontak yang Lengkap dan Mudah Ditemukan

Tujuan utama brosur adalah mengajak orang berinteraksi dengan bisnis kamu. Oleh karena itu, pastikan bagian kontak mudah ditemukan dan tidak tersembunyi.
Cantumkan:

  1. Nama perusahaan

  2. Nomor telepon atau WhatsApp

  3. Email

  4. Alamat website atau media sosial

Baca Juga  Cara Menggunakan Shape Tool dengan Benar

Letakkan informasi kontak di bagian bawah atau belakang brosur dengan font yang jelas.

Menurut MarketingProfs (2024), lebih dari 40% calon pelanggan gagal menghubungi bisnis karena informasi kontak tidak terlihat jelas di brosur.

Saran: Gunakan ikon kecil untuk menandai setiap jenis kontak (telepon, email, Instagram) agar lebih mudah dibaca.

Gunakan Aplikasi Desain Online seperti Canva

Bagi pemula, membuat brosur dari nol bisa terasa sulit. Namun, dengan bantuan aplikasi seperti Canva, prosesnya menjadi jauh lebih mudah.
Canva menyediakan ratusan template profesional yang bisa kamu sesuaikan dengan warna, font, dan gambar sesuai kebutuhan bisnis.

Menurut data Canva (2024), pengguna yang memakai template desain profesional dapat membuat brosur 50% lebih cepat dibandingkan membuat dari awal.

Langkah-langkah singkat di Canva:

  1. Buka Canva dan pilih kategori “Brosur”.

  2. Pilih template sesuai gaya bisnis.

  3. Ubah teks, gambar, dan warna sesuai identitas merek.

  4. Simpan dalam format PDF untuk dicetak atau versi digital untuk dibagikan online.

Evaluasi Desain Sebelum Dicetak atau Dibagikan

Sebelum brosur dicetak, lakukan evaluasi akhir. Cek kembali:

  1. Apakah semua teks mudah dibaca?

  2. Apakah informasi kontak benar?

  3. Apakah tata letak seimbang?

Mintalah pendapat orang lain — rekan kerja atau teman — untuk melihat apakah brosur sudah jelas dan menarik.
Menurut Behance (2024), uji umpan balik (feedback test) dapat membantu meningkatkan kualitas desain secara signifikan.

Tips akhir: Gunakan cetakan berkualitas dengan kertas tebal agar brosur tampak profesional dan tahan lama.

Brosur Informatif, Bisnis Semakin Dikenal

Mendesain brosur bisnis yang informatif tidak harus rumit. Dengan memahami tujuan, memilih desain yang sesuai identitas brand, menulis konten singkat, serta menampilkan visual menarik, kamu bisa menciptakan media promosi yang efektif dan berkesan.

Baca Juga  Bagaimana Canva AI Membantu Desainer Pemula

Gunakan alat bantu seperti Canva agar proses desain menjadi cepat dan hasilnya tetap profesional. Brosur yang informatif dan menarik akan meningkatkan citra bisnis sekaligus memperluas jangkauan pelanggan potensial.